Setjen Wantannas Lakukan Kajian Daerah ke Provinsi Sulawesi Utara

Pada tanggal 25 s.d 29 Januari 2016 rombongan Setjen Wantannas bertolak ke Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka melaksanakan kegiatan Pengkajian Daerah. Rombongan terdiri dari Sesjen Wantannas Letjen TNI M.Munir, Deputi Polstra, Irjen Pol. Drs. Tjetjep Agus S,MM,MH, Brigjen TNI Alva AG Narande,D.SS,MM, Kolonel Kav. Sugeng,SH, Ir.Bambang Sukmananto dan Sumantri, S.Pd. Adapun kegiatan Kajida difokuskan di dua kabupaten yaitu Kab. Kepulauan Sangihe dan Kab. Kepulauan Talaud.

Kegiatan Kajida dilaksanakan dalam rangka pengumpulan materi terkait dengan peningkatan produk unggulan lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di Provinsi Sulawesi Utara khususnya di Kab. Kepulauan Sangihe dan Kab. Kepulauan Talaud. Dipilihnya dua kabupaten tersebut sebagai objek tujuan dikarenakan dua daerah tersebut adalah daerah hasil pemekaran yang termasuk kedalam daerah pulau terluar yang sejalan dengan program Nawacita Jokowi-JK tentang “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”. Dalam kunjungannya, Sesjen Wantannas dan rombongan mengunjungi salah satu kecamatan di Kab. Kepulauan Sangihe yaitu Kecamatan Marore. Sesjen dan rombongan berkesempatan untuk berdiskusi dengan warga sekitar untuk memotret permasalahan-permasalan yang menonjol. Beberapa permasalahan yang mengemuka di bidang infrastruktur yaitu perlunya pembangunan pelabuhan perikanan dan fasilitas, serta perlunya penguatan pemecah ombak dan pembangunan talut. Disamping itu infrastruktur komunikasi masih menjadi barang langka, sehingga perlunya pembangunan BTS. Permasalahan lain yang kerap dihadapi adalah rawan pangan selalu terjadi pada kisaran bulan Desember-Februari akibat tidak adanya  kapal  perintis yang beroperasi dikarenakan cuaca ekstrim, dan mahalnya harga kebutuhan pokok. Hal ini terjadi karena transportasi ke Kec. Marore hanya mengandalkan operasi kapal perintis.

Selanjutnya daerah lain yang menjadi fokus kunjungan adalah Kecamatan khusus Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kecamatan khusus Miangas terletak diujung utara dari wilayah NKRI yang berbatasan dengan Philipina, sehingga pulau tersebut disebut sebagai pulau perbatasan dan berfungsi sebagai pos pelintas batas Indonesia dengan Philipina yang dikenal dengan sebutan border crossing agreement /BCA. Permasalahan yang menonjol di daerah ini adalah percepatan penyelesaian bandara perintis Miangas dan pengembangan bandara perintis Melonguane. Di sela-sela kunjungannya, Sesjen beserta rombongan berkesempatan untuk mengunjungi KRI Slamet Riyadi-352. Di atas kapal, Sesjen melakukan pelayaran ke beberapa pulau-pulau kecil terluar serta berkesempatan untuk memberikan pengarahan dan motivasi kepada para awak kapal yang sedang bertugas di wilayah perairan Indonesia.