Setjen Wantannas Selenggarakan Rapat Kerja Terbatas 2 s.d 4 Februari 2016

Setjen Wantanas adalah Lembaga Pemerintahan Non Kementerian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Presiden selaku Ketua Wantannas, dan berperan dalam pembinaan ketahanan nasional untuk menjamin pencapaian tujuan dan kepentingan nasional Indonesia. Dalam menjalankan peran tersebut, Setjen Wantannas mempunyai tugas merumuskan rancangan kebijakan dan strategi nasional. Mengawali kegiatan di tahun 2016, Setjen Wantannas melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Terbatas/Rakertas pada tanggal 2 s.d 4 Februari 2016 bertempat di kantor Setjen Wantannas, Jl. Medan Merdeka Barat 15, Jakarta Pusat.

Adapun Pokok bahasan yang dianggap strategis dan cukup penting untuk dibahas dalam Rakertas ini adalah: 1). Antisipasi dan Solusi Ketersediaan Air Bersih Guna Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat; 2). Optimalisasi Sinergitas Hubungan Antar Lembaga Tinggi Negara Guna Mewujudkan Tata Kelola Sistem Pemerintah yang Baik; 3). Percepatan Pembangunan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Sabang dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim; 4). Pengembangan Pangsa Pasar Produk Perikanan Dalam Rangka Memperingati Pasar Bebas; 5). Penyusunan Naskah Perkiraan Strategis Nasional Tahun 2017 Bidang Polhukam dan Bidang Ekososbud; 6). Penguatan Industri Pertahanan Dalam Negeri Guna Pemenuhan Alutsista TNI ; 7). Peningkatan Kesiapan SDM Sektor Pariwisata Guna Menghadapi MEA.

Pada Pleno Pembukaan, Sekretaris Jenderal Wantannas, Letjen TNI M.Munir dalam kata sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta, pakar dan narasumber atas kesediaannya dalam memenuhi undangan. Ketersediaan air bersih cukup penting dan strategis di bahas karena hal tersebut salah satu isu global dan isu nasional. Di Indonesia sendiri cadangan air diperkirakan sebesar 2.530 km3/tahun, namun sebarannya tidak merata sebab tergantung kondisi geografis daerah tersebut. Pengelolaan air bersih berpacu dengan pertumbuhan penduduk di suatu daerah. Pengelolaan air bersih bila tidak ditanggulangi dengan tuntas dan komprehensif akan mengganggu kelangsungan kehidupan di masa depan.

Mengenai sinergitas hubungan lembaga tinggi, Sesjen menyampaikan bahwa pasca reformasi tahun 1998, kegiatan amandemen UUD 1945 diharapkan dapat merubah tata kelola pemerintahan dan kehidupan bernegara menjadi semakin demokratis. Namun dalam kurun waktu satu dekade, melihat realita dan dampak amandemen terhadap hubungan antar lembaga tinggi tampaknya perlu dilakukan evaluasi. Setjen Wantannas ber-inisiasi bagaimana langkah-langkah yang tepat untuk merumuskan kembali skema hubungan hubungan antar lembaga tinggi negara menjadi lebih sinergis.

Terkait dengan pembangunan kawasan pelabuhan bebas Sabang, Sesjen menyinggung mengenai fakta bahwa Selat Malaka merupakan salah satu arus lalu lintas laut terpadat di dunia. Terdapat sekira 300 kapal besar/hari yang melintas kawasan tersebut. Namun kenyataannya kapal-kapal yang melintas memilih singgah di Pelabuhan Singapura. Hal ini menjadi salah satu yang mendasari perlunya dilakukan kajian mengingat sejak zaman penjajahan Belanda, Sabang telah di bangun dan menjadi simpul pelabuhan dunia. Terlebih bila melihat potensi alam Sabang yang tiada duanya di sisi keindahan alam yang memukau, potensi daerah wisata dan kedalaman lautnya.

Sesjen melanjutkan dengan menyampaikan beberapa permasalahan di bidang kelautan dan perikanan. Salah satunya adalah illegal fishing yang dilakukan oleh warga negara lain di perairan Indonesia, padahal produk perikanan Indonesia adalah produk unggulan. Keterbatasan armada kapal nelayan Indonesia dibandingkan dengan nelayan asing adalah satu masalah tersendiri. Untuk itu Sesjen menyampaikan perlunya penyediaan armada penangkap ikan yang di biayai oleh pemerintah dengan memberdayakan nelayan-nelayan lokal dapat menjadi salah satu solusi, seraya mengajak para peserta Rakertas lainnya untuk memperdalam fokus bahasan sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat lebih berbobot.

Masih dalam sambutannya, Sesjen menyampaikan mengenai pentingnya melakukan kajian tentang Perkiraan Strategis Nasional satu tahun kedepan di bidang Polhukam serta bidang Ekososbud. Kemudian terkait penguatan industri pertahanan dalam negeri, dihadapkan pada aspek ancaman kedepan dan kondisi industri pertahanan strategis dalam negeri, penting untuk dilakukan pembahasan lebih jauh. Terakhir, untuk sektor pariwisata Sesjen menyampaikan apresiasinya atas dinobatkannya Bali sebagai Pulau terindah kedua di didunia setelah Pulau Galapagos Ekuador dan Bali sebagai tujuan wisata terbaik di dunia. Sebelum ditutup Sesjen mengetuk palu tanda diresmikannya forum Rakertas.