Seluruh Personil Setjen Wantannas Lakukan Test Urin

Senin, 22 Februari 2016, Setjen Wantannas bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta menggelar test urin kepada seluruh pejabat dan Staf Setjen Wantannas. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Nakula, Lt.6 Gedung A Kantor Kemenko Polhukam, Jl.Medan Merdeka Barat 15, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Umum/Karoum Setjen Wantannas, Marsma TNI Lukas Pamardi,SH,MM mengatakan bahwa test urin dilakukan kepada seluruh pejabat dan staf Setjen Wantannas secara tiba-tiba sesuai dengan arahan Sekretaris Jenderal Wantannas, Letjen TNI M.Munir. Karoum mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu komitmen Setjen Wantannas dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk pengamanan dan pencegahan sebagai upaya tindakan preventif serta memastikan tidak terjadinya penyalahgunaan narkoba dan zat kimia berbahaya lainnya di lingkungan Setjen Wantannas. Pemeriksaan di lakukan dengan cara menyerahkan sempel urin untuk diperiksa oleh tim BNN. Karoum melanjutkan bahwa sekiranya pada pemeriksaan ini terdapat personil yang terindikasi positif, pihaknya akan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, BNN Provinsi DKI Jakarta, Sapari Partodiharjo menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Setjen Wantannas atas komitmen dan upayanya yang dilakukan secara nyata dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini termasuk kepada gerakan nasional pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran narkoba/P4N. Selain dengan Setjen Wantannas, BNN Provinsi DKI Jakarta juga telah melakukan kerjasama dengan intansi pemerintah lainnya yaitu Pemprov DKI Jakarta, Paspampres, dll. Metode yang akan digunakan adalah menganalisis sample urin dengan beberapa parameter pengetestan. Sapari melanjutkan bahwa hasil dari pemeriksaan ini tidak diperlukan waktu yang lama, cukup 3 – 5 menit saja dan hasilnya bisa disimpulkan negatif atau positif.

Kegiatan ini dimulai dengan pengisian formulir kesediaan dari seluruh pegawai untuk diperiksa sample urinnya. Setelah itu para pegawai antri dengan tertib menuju meja dokter yang sudah disediakan untuk diperiksa ataupun berkonsultasi sebelum dilakukan pengambilan urin. Konsultasi ini diperlukan jikalau pegawai tersebut sedang sakit dan atau sedang mengkonsumsi obat-obatan dari dokter, sedang mengkonsumsi obat-obatan herbal, atau kondisi lainnya. Setelah selesai, pegawai dipersilahkan menyimpan sample urinnya pada botol yang sudah disediakan dan menyerahkannya kepada petugas BNN. Dari 103 personil Setjen Wantannas yang mengikuti kegiatan test urin tersebut, diperoleh hasil negatif.