Sesjen Wantannas dan Rektor Unsoed Tandatangani Nota Kesepahaman

Selasa, 23 Februari 2016 bertempat di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat Unsoed Lantai 3, Jl. Prof. Dr. H.R. Boenyamin No.708 Purwokerto, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU antara Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional dengan Universitas Jenderal Soedirman/Unsoed. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sesjen Wantannas, Letjen TNI M.Munir dengan Rektor Unsoed, Dr.Ir. Achmad Iqbal, MSi. Kegiatan penandatanganan dihadiri oleh Deputi Sistem Nasional, Mayjen TNI Dr.Drs.Tahan SL.Toruan,MM,Dipl.SS beserta rombongan, Danrem 071/Wijayakusuma, Dandim 0701 Banyumas, perwakilan Kapolres Banyumas, perwakilan Bupati Banyumas, para Dekan Unsoed beserta segenap civitas akademi Unsoed.

Kerjasama antara Setjen Wantannas dan Unsoed mengambil tema Pengembangan Ekonomi Kreatif Guna Meningkatkan Daya Saing Daerah Dalam Menghadapi MEA. Mengawali sambutannnya Sesjen Wantannas, Letjen TNI M.Munir menyampaikan sekilas tentang organisasi Setjen Wantannas yang meliputi tugas pokok dan fungsinya. Sesjen melanjutkan bahwa Perguruan Tinggi Unsoed sebagai salah satu centre of excellence diharapkan dapat memberikan masukan dari pendekatan akademis terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu aspek perekonomian andalan dalam menghadapi pasar bebas seiring dengan pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dalam rangka memberikan rekomendasi strategis kepada Ketua Dewan Ketahanan Nasional.

Rektor Unsoed, Dr.Ir. Achmad Iqbal, Msi dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan Perguruan Tinggi saat ini, tidak cukup sebatas sebagai pusat pendidikan atau pembelajaran semata. Kampus dituntut untuk mampu melahirkan sumberdaya manusia sekaligus hasil-hasil penelitian yang memiliki kemanfaatan dalam mendukung daya saing bangsa. Lebih lanjut Rektor mengatakan : “Sinegi kampus dalam hal ini Unsoed dengan lembaga think thank seperti Wantannas merupakan sebuah keniscayaan. Khususnya, dalam mempersiapkan situasi dan kondisi yang kondusif sekaligus preventif dari setiap potensi hambatan, ancaman, tantangan dan gangguan pembangunan”. Acara kemudian diakhiri dengan penukaran cindera mata antara kedua belah pihak.