Sesjen Wantannas dan Rektor Univ. Mataram Tandatangani Nota Kesepahaman tentang Ketahanan Pangan Berbasis pada Kearifan Lokal

Rabu, 2 Maret 2016 bertempat di Ruang Rektorat Universitas Mataram/Unram, Jalan Majapahit No. 62, Kec. Mataram, Nusa Tenggara Barat, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU antara Setjen Wantannas dengan Unram. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sesjen Wantannas, Letjen TNI M.Munir dengan Rektor Unram, Prof. Ir. H. Sunarpi, Ph.D. Kegiatan penandatanganan MoU dihadiri oleh Deputi Politik dan Strategi Setjen Wantannas Irjen Pol Drs. Tjetjep Agus Supriyatna, MM,MH. beserta rombongan, Kapolda NTB, Danrem 162/Wirabhakti, Danlanud Rembiga, Danlanal Mataram yang diwakili oleh Palaksa Lanal Mataram, Para Wakil Rektor, Para Dekan dan segenap civitas akademi Unram.

Kerjasama antara Setjen Wantannas dan Unram mengambil tema Pengembangan Ketahanan Pangan Nasional Berbasis pada Kearifan Lokal Nusa Tenggara Barat. Dalam mengawali sambutannnya Sesjen Wantannas, Letjen TNI M.Munir menyampaikan sekilas tentang organisasi Setjen Wantannas yang meliputi tugas pokok dan fungsinya. Sesjen melanjutkan bahwa Perguruan Tinggi Unram sebagai salah satu centre of excellence diharapkan dapat memberikan masukan dari pendekatan akademis terkait dengan pengembangan ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu aspek penting dan menentukan nilai-nilai lokal dari kekayaan budaya bangsa Indonesia yang dapat digunakan sebagai salah satu solusi, dari masalah pangan yang dihadapi bangsa Indonesia menuju ketahanan pangan, dalam rangka memberikan rekomendasi strategis kepada Ketua Dewan Ketahanan Nasional.

Dalam rangkaian pelaksanaan penandatanganan Kerjasama, Sesjen Wantannas beserta rombongan melaksanakan agenda Kunjungan ke Kantor Gubernur NTB terkait dengan pelaksanaan Kerjasama dan Semiloka Setjen Wantannas dengan Unram, yang diterima langsung oleh Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Disela perbincangannya Sesjen Wantannas menyampaikan tentang pelaksanaan Mou dengan Unram yang akan dilanjutkan dengan Semiloka untuk menggali pemikiran-pemikiran bagaimana membangun Indonesia melalui tiga jalur yaitu jalur akademik, aspiratif dan empirik. Gubernur NTB sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kegiatan ini dapat memperkaya kajian yang sedang dibangun oleh Wantanas untuk kemudian bisa menjadi kebijakan untuk kemajuan bangsa.

Selanjutnya Sesjen Wantannas beserta rombongan menyempatkan untuk melaksanakan kunjungan ke beberapa tempat di Prov.NTB, diantaranya mengunjungi Desa Sade Lombok Tengah. Kehadiran Rombongan Sesjen Wantannas disambut oleh pemandu adat yang merupakan pemuda desa setempat.

Desa wisata ini menawarkan pengalaman unik dengan melihat dari dekat kehidupan sehari – hari suku Sasak, suku asli yang mendiami Pulau Lombok. Desa Sade memiliki luas lebih kurang 6 ha dan ditinggali oleh sekitar 152 kepala keluarga.  Hanya ada sekitar 152 rumah disana dan pemerintah daerah setempat bersama – sama dengan pemangku adat desa memang mempertahankan keaslian adat istiadat lokal di desa ini.

 

Menurut peraturan desa,  warga tidak boleh membangun pemukiman baru lagi di Desa Sade. Sebagian besar warga Desa Sade hidup dari kegiatan bertani, pengrajin kain tenun ikat khas Lombok dan pengrajin cinderamata. Rumah suku Sasak ini seluruhnya terbuat dari bahan – bahan alami.  Dindingnya dari anyaman bambu dan atapnya dari rumbia.  Sementara lantainya juga hanya beralaskan tanah.  Satu lagi keunikan rumah suku Sasak ini adalah lantai rumahnya dilumuri oleh kotoran kerbau sehingga lebih liat.  Namun tidak tercium bau atau aroma kotoran kerbau selama berada di dalam rumah. Sesjen beserta rombongan berkeliling desa, sesekali singgah di salah satu rumah adat.

Kunjungan selanjutnya adalah Masjid Kuno “Bayan” dan diterima oleh juru kunci masjid. Masjid ini dibangun oleh Sunan Prapen pada abad 14, dengan kondisi bangunan yang masih asli hingga saat ini, Masjid ini menawarkan nilai sejarah yang menarik. Dihalaman masjid terdapat pohon beringin yang cukup besar dan beberapa makam para pendiri dan penyebar agama islam di Lombok, Sesjen dan rombongan menyempatkan untuk melakukan sholat berjamaah di tempat tersebut.