Setjen Wantannas dan Unram Gelar Semilokanas tentang Ketahanan Pangan Berbasis pada Kearifan Lokal

Setjen Wantannas bersama dengan Universitas Mataram/Unram menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya Nasional/Semilokanas yang bertempat di Hotel Golden Palace Mataram pada tanggal 27 Juli 2016. Semilokanas yang membahas judul  “Mengembangkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Kemandirian Pangan Yang Berdaulat Berbasis Pada Kearifan Lokal” dibuka secara resmi oleh Sesjen Wantannas, Letjen TNI M. Munir bersama Rektor Unram Prof. Ir. H. Sunarpi, Ph.D. Acara tersebut menghadirkan Keynote Speaker Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc. (Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian UNILA, Dewan Pendiri dan Ekonom Senior INDEF, dan Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia). Disamping itu juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si, Danrem 162/Wirabhakti, Wakapolda NTB, Danlanal Mataram, perwakilan Lanud Rembiga, para Birokrasi di wilayah Provinsi NTB, Badan Ekonomi Kreatif, Badan Ketahanan Pangan, para Civitas Akademi Unram dan segenap Mahasiswa.

Mengawali Sambutannya Wagub NTB H. Muh. Amin, SH., M.Si mewakili Gubernur NTB menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah menyelenggarakan seminar dan lokakarya ini. Dengan harapan melalui kegiatan ini dapat memberikan solusi strategis bagi pembangunan ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia pada umumnya dan NTB khususnya.

Rektor Unram menyampaikan Terima kasih kepada Sesjen Wantannas, telah melaksanakan kerjasama dengan Unram. “Saat ini jumlah penduduk terus bertambah berbanding lurus dengan kebutuhan dan ketersediaan pangan, sementara lahan subur demakin berkurang, yang berakibat harus berfikir untuk mencari sumber pangan baru dengan pendekatan kepada masyarakat. Diversifikasi pangan dan agro industri telah melaksanakan riset tepung non terigu dari singkong, akan membuat beras analog sehingga dapat mengalihkan ketergantungan pada beras”, demikian disampaikan Rektor Unram.

Sesjen Wantannas dalam mengawali sambutannya memperkenalkan sekilas tentang Dewan Ketahanan Nasional seraya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, berfikir, untuk menghasilkan pemikiran, sehingga kita akan mendapatkan esensi dari pada pemikiran itu dan kita harapkan akan bermanfaat bagi kehidupan nasional. “Kita percaya ada nilai-nilai universal dari pemikiran dan tulisan ini, khususnya wilayah NTB yang bisa diterapkan di daerah lain di Indonesia”, Dengan diakhiri dengan pengetukan palu tanda dibukanya secara resmi Seminar Nasional dan Lokakarya.

Selaku Keynote Speaker, Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc. menyampaikan paparan tentang Konsep Dasar Kebijakan Pangan UU 18/2012, yaitu : Kedaulatan Pangan, Kemandirian Pangan dan Ketahanan Pangan. “Ketahanan pangan bukan semata perkara supply-demand pangan dan urusan perut, tapi dayasaing bangsa termasuk urusan otak dan gizi anak”.

Selanjutnya Pemaparan hasil penelitian oleh Tim Peneliti, yang dipandu oleh Prof. Dr. Ir. Lalu Wirasapta Karyadi, M.Si.selaku moderator , Paparan disampaikan oleh Prof. Ir. Suwardji, M. App. Sc., Ph.D. Mengawali paparannya dijelaskan dari kutipan pidato Presiden RI Pertama Ir. Soekarno, soal hidup atau Mati. “Rakyat Indonesia akan mengalami celaka, bencana, malapetaka dalam waktu dekat kalau soal makanan rakyat tidak segera dipecahkan,  sedangkan soal persediaan makanan rakyat ini, bagi kita adalah soal hidup atau mati” Masih dalam paparannya Prof. Ir. Suwardji, M. App. Sc., Ph.D, menjelaskan tentang Usaha untuk mewujudkan ketahanan pangan sampai pada tingkat rumah tangga, Kebijakan peningkatan ketahanan pangan, tata cara masyarakat Pulau Lombok dan Sumbawa untuk menanggulangi kekurangan pangan rumah tangga berdasarkan kearifan lokal yang sudah dilakukan secara turun menurun, sangat pentingnya  menangkap pengetahuan untuk coping mechanism baik hasil hasil penelitian maupun praktek cerdas masyarakat berdasarkan kearifan lokal.

Beberapa tanggapan dan masukan dari beberapa penanggap pusat dan daerah, diantaranya ; Dr. Sumantri, dari Setjen Wantannas; Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec.Dev., Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian ; Prof. Dr. Ir. Arifuddin Sahidu, MS., Prof. Dr. Slamet Budiyanto, M. Agr. dari Departemen Ilmu Dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Para peserta cukup antusias dalam menyampaikan masukan, tanggapan atau pertanyaan, beberapa diantaranya disampaikan oleh ; Viki Satari dari Bandung City Forum; Fitra Remo dari Regional Institute; Asmawati Raba Fakultas Pertanian dari Univ. Muhammadiyah Mataram; I Ketut Sudiardita dari Fak Ekonomi UNJ. Setelah acara selesai, kegiatan dilanjutkan oleh Tim Perumus Setjen Wantannas dan Tim Peneliti Unsrat bersama narasumber di lingkungan pemerintah Prov. NTB yang berlangsung sampai dengan tanggal 28 Juli 2016.