SETJEN WANTANNAS SELENGGARAKAN KAJIDA KE PROV. SUMUT

Selama empat hari, dimulai sejak tanggal 21 s.d 23 September 2016, Tim Setjen Wantannas yang terdiri atas Sekretaris Jenderal, Letjen TNI M.Munir, Staf Ahli Bidang Ekonomi Irjen Pol Drs. Bambang Hermanu,SH,MM, Staf Ahli Bidang Hankam, Mayjen TNI Nana Rohana, SE, dan Analis Kebijakan Bidang Demografi Kol Laut Moch. Taufiq Hidayat, ST, M.Si bersama Staf melakukan Pengkajian Daerah (Kajida) di Provinsi Sumatera Utara.

Rombongan Tim Setjen Wantannas melaksanakan Kajida dengan maksud untuk mendapatkan informasi terkini terkait perkembangan pembangunan dasar provinsi Sumut. Kegiatan pertama kali diawali dengan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sumut yang diterima Sekda Hasban Ritonga. Sekda menyambut gembira kehadiran Tim Setjen Wantannas yang melakukan kunjungan ke Sumut selama empat hari. Sekda memaparkan mengenai kondisi Sumut kepada rombongan Setjen Wantannas serta situasi terkini dan dinamika yang terjadi.

Sesjen Wantannas menjelaskan bahwa pengkajian daerah yang dilakukan di Sumut bertujuan untuk mencari data dan fakta dalam rangka perumusan kebijakan nasional. “Kita juga menggali masalah ipoleksosbudhankam serta risiko pembangunan nasional di daerah yang berpengaruh terhadap kondisi keamanan nasional,” paparnya. Dalam kegiatan Kajida, Setjen Wantannas menampung aspirasi dan masukan masyarakat di daerah, baik langsung maupun tidak langsung untuk kemudian dikumpulkan, ditelaah, dan dianalisis, khususnya hal-hal daerah yang berpotensi menjadi permasalahan nasional.

Dalam pertemuan dengan Pemprov Sumut dibahas beberapa permasalahan antara lain adalah mengenai harga sawit yang terpuruk serta pengaruhnya terhadap ekonomi Sumut, dampak erupsi Gunung Sinabung di segala sektor, penyelesaian konflik SARA Tanjung Balai, dan maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sumut.

Selanjutnya Rombongan Setjen Wantannas juga menggelar pertemuan dengan PT. Pelindo 1 yang diterima oleh Direktur SDM dan Umum, M.Hamied Wijaya dan Direktur Keuangan, Faridh Luthfi. Dalam pertemuan tersebut PT Pelindo 1 memberikan penjelasan tentang rencana pengembangan pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo 1.  “Saat ini PT Pelindo 1 tengah fokus mengembangkan pelabuhan yang dimilikinya untuk mendukung program Tol Laut dan Poros Maritim Indonesia khususnya di bagian barat. Sebut saja pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hub port Indonesia bagian barat, pengembangan Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Malahayati, Pelabuhan Sibolga dan Pelabuhan Tanjung Balai Asahan,” jelas Hamied.

Dalam pertemuan tersebut, Sesjen Wantannas menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tugas untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pembinaan ketahanan nasional guna menjamin pencapaian tujuan dan kepentingan nasional Indonesia. Sesjen juga menjelaskan gambaran tentang Wantannas, sekaligus menyatakan maksud kedatangan timnya ke PT Pelindo 1.

“Kunjungan kerja Tim Setjen Wantannas ini untuk melaksanakan Pengkajian Daerah (Kajida) di wilayah Sumatera Utara dalam rangka perumusan kebijakan nasional dan masalah-masalah Ipoleksosbudhankam termasuk kondisi di pelabuhan yang merupakan infratsruktur nasional,” jelas Sesjen.

Setjen Wantannas memberikan apresiasi, dukungan serta dorongan kepada PT Pelindo 1 agar terus berkomitmen untuk membenahi, mengembangkan dan memajukan pelabuhan-pelabuhan yang dikelolanya sehingga terwujud visi PT Pelindo 1 untuk menjadi nomor satu di bisnis kepelabuhanan. “Tidak hanya menjadi nomor satu di Indonesia, tetapi juga di dunia,” harap Sesjen. Lebih jauh dalam pertemuan tersebut dibahas tentang progress dan rencana pengembangan serta upaya yang dilakukan PT Pelindo 1 untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai Negara Poros Maritim Dunia.  Setelah pertemuan, tim Setjen Wantannas mengunjungi Belawan International Container Terminal (BICT) dan fasilitas Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS)online pertama diluar Pulau Jawa.

Selama rangkaian kegiatan Kajida, Rombongan Setjen Wantannas juga menyelenggarakan pertemuan dengan Kapolda Sumut, Pangdam I/BB, Lantamal I Belawan, PTPN III, serta kunjungan ke kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir.