Presiden Jokowi : Tinggalkan ego sektoral, mental priayi dan mental penguasa

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-45 yang diselenggarakan di Lapangan Monumen Nasional pada hari Selasa, 29 Nopember 2016 berlangsung dengan semarak.  Ribuan  anggota Korpri dari berbagai Kementerian/Lembaga ikut menghadiri upacara yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo sebagai Penasihat Korpri Nasional. Acara yang dimulai pada pukul 08.00 tersebut ikut dihadiri oleh sejumlah pimpinan Kementerian/Lembaga antara lain Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Sekretaris Jenderal Wantannas, Letjen TNI Nugroho Widyotomo serta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono.

Ada yang unik dalam kegiatan upacara tersebut, diantaranya setiap perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian/Lembaga wajib mengenakan pakaian daerah, dalam hal ini pegawai ASN Setjen Wantannas mengenakan pakaian daerah asal Provinsi Banten. Ciri khas pakaian yang dikenakan oleh para pria adalah pakaian hitam-hitam khas jawara Banten. Sebelum upacara digelar, beberapa pegawai Setjen Wantannas menyempatkan untuk berfoto dengan pegawai yang mengenakan pakaian adat tersebut.

Para pegawai Setjen Wantannas cukup antusias mengikuti upacara dimaksud, Presiden Joko Widodo yang bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam amanatnya menyampaikan apresiasi mengenai Tema yang diusung Korpri. “Saya mengapresiasi tema peringatan Hari Ulang Tahun Ke-45 KORPRI adalah Bersama KORPRI Meneguhkan Netralitas dan Meningkatkan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara. Sangat tepat semangatnya dalam menyambut pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak tahun 2017” ujar Presiden. Presiden melanjutkan bahwa momentum Pilkada 2017 bisa dijadikan sebagai ajang ujian atas netralitas dan profesionalisme KORPRI. Ujian untuk menerapkan Panca Prasetya KORPRI. Presiden mengingatkan bahwa pengabdian anggota KORPRI bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun individu, melainkan pengabdian anggota KORPRI hanyalah kepada negara, kepada bangsa, dan kepada rakyat. Presiden menegaskan dalam amanatnya “Agar Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang dalam era kompetisi global maka rakyat membutuhkan anggota KORPRI yang disiplin, anggota KORPRI bertanggung jawab, anggota KORPRI berorientasi kerja. Segera tinggalkan pola pikir masa lalu seperti ego sektoral, mental priyayi, mental penguasa, dan mental koruptif, yang terpaku pada formalitas belaka”.

Masih dalam amanatnya Presiden mengingatkan untuk memfokuskan energi pada intisari dari pelayanan publik yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat dan masyarakat. Untuk itu setiap anggota KORPRI haruslah menjadi aset bangsa, yang menjadi bagian dari solusi bangsa, dan bukanlah bagian dari masalah bangsa. Anggota KORPRI harus terus melakukan inovasi-inovasi agar pelayanan publik bisa semakin murah, semakin cepat, semakin mudah, dan semakin baik. “Hilangkan berbagai kendala yang dapat mengurangi produktifitas dan menghambat akselerasi laju pembangunan nasional” lanjut Presiden.

Pada akhir amanatnya, Presiden menaruh harapan pada Korps Profesi Pegawai Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia agar dapat menjadi pusat inovasi dan tempat lahirnya loncatan-loncatan kemajuan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintahan, korps berperan menjaga kode etik profesi, standar pelayanan profesi dan mewujudkan Jiwa Korps Aparatur Sipil Negara sebagai pemersatu bangsa. Sebelum menutup amanatnya Presiden meresmikan Toko Online KORPRI dan KORPRI Expo Tahun 2016.

Sekembalinya para pegawai Setjen Wantannas ke kantor, mereka mengabadikan momen tersebut untuk dapat berfoto dengan Sesjen Wantannas, Letjen TNI Nugroho Widyotomo yang pada hari tersebut mengenakan seragam KORPRI.