KEDEPUTIAN BIDANG POLITIK DAN STRATEGI SETJEN WANTANNAS MELAKSANAKAN KAJIAN DAERAH KE PROVINSI SUMATERA BARAT 24-27 JANUARI 2017

Kedeputian bidang Politik dan Strategi (Depolstra) Setjen Wantannas melaksanakan Kajian Daerah (Kajida) dalam rangka pengumpulan data tentang Ketahanan Ekonomi pada aspek Ketahanan Pangan sebagai landasan perumusan kebijakan nasional terkait wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada tanggal 24 s.d. 27 Januari 2017. Pada kegiatan tersebut delegasi Setjen Wantannas terdiri atas Deputi Bidang Politik dan Strategi, Irjen Pol. Drs. Tjetjep Agus S., M.M., M.H. sebagai penanggung jawab kegiatan; Pembantu Deputi Urusan Rencana Kontinjensi, Marsma TNI Deri Pemba Syafar, M.M., sebagai ketua delegasi; bersama pada anggota delegasi yakni Analis Kebijakan bidang Pembangunan Nasional Jangka Sedang Jangka Pendek, Kolonel Inf. M. Affandi, S.IP., M.M.; Analis Kebijakan bidang Rencana Kontinjensi Sosial Budaya, Ir. Indriyatmoko, M.M.; Analis Kebijakan bidang Rencana Kontinjensi Ekonomi, Kolonel Lek Dr. Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, S.T., M.T.; dan staf khusus Depolstra, Dr. Sumantri, S.Pd., M.Pd.

 

Dalam Kajida ke Provinsi Sumbar ini pengumpulan data difokuskan pada data-data terkait potensi dan kemampuan beberapa wilayah di Sumbar untuk mendukung Ketahanan Pangan daerah aspek bahan pangan hewani dan nabati serta kemungkinan untuk mendukung kebutuhan nasional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode kualitatif dalam bentuk pengisian kuesioner oleh Dinas Pertanian, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, diskusi dan tanya jawab dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait serta observasi langsung ke lapangan. Pada Kajida ini dilakukan pengumpulan data di Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang, Pemkot Solok dan Balai Inseminasi Buatan (BIB) serta Balai Pembibitan Ternak Unggul-Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) di Padang Mengatas, Payakumbuh serta penjajakan Semiloka bidang Politik dan Strategi dengan Universitas Andalas (Unand), Padang. Kajida ini menjadi signifikan karena berdasarkan analisis Kementerian Pertanian, produksi daging ayam dan daging sapi akan mulai mengalami defisit pada tahun 2017 dan tahun 2018.

 

Provinsi Sumbar dipilih sebagai sasaran Kajida dilandasi oleh pertimbangan-pertimbangan bahwa Sumbar adalah provinsi dengan laju pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional yakni antara 6% sampai dengan 7%, memiliki potensi Ketahanan Pangan aspek bahan pangan hewani yakni daging sapi dan ayam, dan bahan pangan nabati yakni beras dan jagung yang dapat diangkat untuk memenuhi kebutuhan nasional, dan perguruan tinggi yang telah memiliki temuan-temuan terbaru di bidang peternakan dan pertanian. Berdasarkan hasil-hasil Kajida, wilayah-wilayah yang menjadi sasaran kegiatan telah berhasil meraih swasembada beras dan bahkan surplus beras telah dieskpor ke luar daerah Sumbar. Dari sisi ketersediaan daging sapi, walaupun telah ada wilayah yang telah mampu meraih swasembada daging sapi namun secara umum masih belum mampu mendukung kebutuhan lokal. Yang menggembirakan terdapat potensi untuk meningkatkan ketersediaan daging sapi dengan adanya BIB dan BPTU-HPT yang harus diberdayakan secara total untuk memenuhi kebutuhan lokal dan membangun fasilitas-fasilitas sejenis di pulau-pulau besar lainnya di Indonesia guna mengantisipasi defisit dan mengurangi impor daging sapi dari luar negeri. Untuk itu kerjasama yang intensif antara negara dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam Ketahanan Pangan harus semakin didorong dan diakselerasi. Salah satu upaya yang dibangun oleh Setjen Wantannas adalah dengan melaksanakan Seminar dan Lokakarya Bidang Politik dan Strategi dengan tema Ketahanan Pangan aspek Bahan Pangan Hewan yang direncanakan pada bulan Mei 2017.