SESJEN WANTANNAS LANTIK PEJABAT ESELON II DAN IV

Pada hari Jumat, 10 Februari 2017 bertempat di Kantor Setjen Wantannas, Lt.5,  Jl. Ir. H Djuanda No. 36 Jakarta Pusat di selenggarakan pelantikan pejabat eselon II dan IV Setjen Wantannas. Sesjen Wantannas, Letjen TNI Nugroho Widyotomo hadir sebagai pejabat yang melantik sekaligus pengambil sumpah jabatan, sementara sebagai saksi yaitu Pembantu Deputi Urusan Lingkungan Sosial, Brigjen TNI Slamet Riyadi dan Pembantu Deputi Urusan Lingkungan Strategi Regional, Brigjen TNI Toto Siswanto, S.IP,MM.

Mengawali amanatnya, Sesjen Wantannas menyampaikan bahwa tour of duty merupakan pemberian kesempatan untuk mengembangkan diri dan memperkaya pengalaman sebagai bekal untuk mengembangkan karir di masa mendatang. “Jaga amanah yang telah dipercayakan, senantiasa menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab, sensitif dan responsif terhadap tantangan dan permasalahan” pesan Sesjen.

Sesjen melanjutkan bahwa mutasi maupun promosi merupakan bagian dari sistem pembinaan aparatur dan penataan struktur organisasi secara berkesinambungan, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu, karena mutasi maupun promosi merupakan bagian dari pola pembinaan karier bagi pegawai.

Adapun para pejabat yang dilantik pada kegiatan tersebut adalah:

  1. Brigjen TNI Afanti S Uloli, SE,M.Si sebagai Kepala Biro Umum
  2. Marsma TNI Lukas Pamardi, SH,MM sebagai Pembantu Deputi Urusan Hankam
  3. Prasetyo, AMd sebagai Kasubbag Bidang Teknologi Informasi.

Pada kesempatan tersebut sesjen meminta agar para pejabat yang dilantik dapat mengerahkan segala daya dan upaya serta bekerja sesuai dengan sistem manajemen, team work, koordinasi dan konsultasi yang intensif dengan semua pihak terkait.

Menutup amanatnya Sesjen menyampaikan arahan kepada seluruh peserta yang hadir  untuk terus memancarkan energi positif, agar dapat memberikan pengaruh yang baik bagi rekan dan lingkungan kerjanya, sebab energi negatif hanya dapat merusak kesehatan, menghancurkan kepribadian dan mengganggu kinerja organisasi secara keseluruhan.