SETJEN WANTANNAS TANDATANGANI PERJANJIAN KERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Bertempat di Ruang Sidang Lantai 2, Gedung Rektorat Universitas Lampung (Unila), Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Unila dengan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Selasa, 21 Februari 2017 tersebut bertujuan untuk mempelajari dan memahami konflik sosial yang akhir-akhir ini terjadi di wilayah Lampung yang berdampak luas serta memberikan solusi yang tepat. Acara penandatanganan Perjanjian Kerjasama tersebut langsung dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Wantannas, Letjen TNI Nugroho Widyotomo dan Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P. Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB tersebut ikut dihadiri oleh Deputi Pengembangan Setjen Wantannas, Marsda TNI Khoirul Arifin, SE,MM, beserta jajarannya,  Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan TIK Unila, Prof. Dr. Mahatma Kufepaksi, M.Sc, dan segenap civitas akademika Unila.

Rektor Unila dalam sambutannya menyampaikan bahwa sangatlah tepat Setjen Wantannas ingin mengadakan penelitian mengenai konflik sosial di wilayah Lampung mengingat Lampung dihuni oleh hampir seluruh etnis di Indonesia. Rektor melanjutkan bahwa berdasarkan survey, masyarakat dari etnis Jawa yang ada di Lampung sekitar 60%, sunda dan batak sebesar 11,27%, warga suku Lampung 11,92%, dan sisanya adalah campuran dari suku-suku lainnya.

Rektor melanjutkan bahwa saat ini Unila sudah mempunyai pusat studi budaya untuk mempelajari interaksi budaya yang ada di Lampung, sehingga bisa dicari solusi penyesaian masalah dan konflik sosial dari suatu wilayah yang dihuni oleh multi etnik yang ada di Lampung. Konflik yang pernah terjadi di Lampung beberapa waktu yang lalu dapat diselesaikan dengan kearifan lokal sehingga tidak menimbulkan konflik lanjutan.

Masih dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa Unila sebagai Universitas negeri terbesar di Lampung dengan mandatnya Tridharma, tidak hanya dituntut untuk menghasilkan SDM yang baik dan berkualitas melalui pendidikan serta pengajaran, namun juga perlu melakukan riset untuk memberi sumbangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan nusa dan bangsa, dan melalui pengabdian perlu ikut menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa.

Selanjutnya Sesjen Wantannas menyampaikan dalam sambutannya bahwa konflik sosial di Lampung merupakan salah satu masalah serius. Dalam menyikapi hal ini diperlukan usaha dan fasilitator pembangunan yang melibatkan komunitas masyarakat, dengan melakukan pendekatan secara langsung, atau melalui komunitas, untuk mengantisipasi dan mendapatkan solusi penanganan konflik sosial dalam rangka ketahanan nasional.

“Kerjasama yang dilakukan antara Wantannas dengan Unila merupakan hal yang sangat strategis mengingat peran Unila sebagai salah satu centre of excellence, diharapkan dapat memberikan masukan dari pendekatan akademis terkait dengan terealisasinya konsep antisipasi dan solusi konflik sosial di Lampung dalam rangka ketahanan nasional” ujar Sesjen. Masih dalam sambutannya Sesjen berharap bahwa kegiatan tersebut dapat memberikan masukan dari pendekatan akademis terkait dengan terealisasinya konsep antisipasi dan solusi konflik sosial di Lampung dalam rangka ketahanan nasional, yang hingga tingkat tertentu dapat memberikan kontribusi pada upaya-upaya meningkatkan keamanan, kemajuan ekonomi rakyat dan ketahanan sekaligus mengurangi konflik dalam rangka memberikan rekomendasi strategis kepada Ketua Dewan Ketahanan Nasional.

Kegiatan tersebut kemudian diakhiri dengan pertukaran cindera mata kedua belah pihak dan foto bersama. Sesuai dengan rencana, hasil dari penelitian tersebut akan dipaparkan melalui kegiatan Seminar dan Lokakarya pada tanggal 4 Mei 2017.