SETJEN WANTANNAS SELENGGARAKAN POKJASUS DAN RAMUSMAT, 20 – 22 MARET 2018

Setjen Wantannas mengadakan rapat Kelompok Kerja Khusus (Pokjasus) dan Rapat Perumusan Materi (Ramusmat) mulai tanggal 20 s.d 22 Maret 2018 yang bertempat di Kantor Setjen Wantannas Jalan Medan Merdeka Barat No.15 dan Jalan Ir. H. Juanda No.36. Pokjasus dan Ramusmat ini adalah rangkaian dari kegiatan sebelumnya yaitu Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) pada tanggal 6 s.d 8 Maret 2018. Kegiatan kali merupakan pengumpulan data-data melalui jalur empirik yaitu mengundang narasumber dari Kemenko Perekonomian, Kemendikbud, Kemenristekdikti, KKP, KemenPUPR, Kemenhub, Bappenas, BNN, Bakamla, BPN, dan para pakar lainnya dengan tema yang sedang dibahas. Tema-tema Pokjasus kali ini adalah “Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Indonesia Di Bidang Indutri Unggulan Nasional Guna Mewujudkan Kemandirian dan Daya Saing Global Dalam Rangka Ketahanan Nasional” dan “Tata Kelola Reklamasi Pantai Berbasis Kelestarian Alam Dalam Rangka Ketahanan.

Nasional”  oleh Kedepuitan Sistem Nasional,  “Memperkuat Sinergitas Antar Aparat Penegak Hukum dan Keamanan untuk Mendukung Akselerasi Pembangunan Nasional dalam Rangka Ketahanan Nasional” dan ”Optimalisasi Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Guna Memenuhi Kebutuhan Listrik Dalam Negeri dalam Rangka Ketahanan Nasional” oleh Kedeputian Politik dan Strategi, “Telaahan Strategis Nasional Tahun 2020-2024 Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam)” dan “Telaahan Strategis Nasional Tahun 2020-2024 Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya (Ekososbud)” oleh Kedeputian Pengkajian Dan Penginderaan, “Penguatan Sektor Riil Dalam Ekonomi Nasional Guna Menopang Daya Beli Masyarakat dalam Rangka Ketahanan Nasional” dan “Pemantapan Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara dalam Kerangka Sistem Pertahanan Semesta” oleh Kedeputian Pengembangan.

Tema-tema diatas akan dibahas bersama oleh Setjen Wantannas dan narasumber K/L yang terkait dalam Pokjasus serta hasil pembahasan akan dirapatkan Ramusmat. Hasil akhir dari kegiatan tersebut adalah kajian yang akan diberikan kepada Presiden sebagai Ketua Wantannas sebagai bahan masukan dalam pembinaan ketahanan nasional (Bintannas).