MAYJEN TNI DONI MONARDO LAKUKAN KUNJUNGAN PERTAMA KE SETJEN WANTANNAS

Mayjen TNI Doni Monardo melakukan kunjungan pertamanya ke kantor Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional pada senin 26 maret 2018. Mayjen TNI Doni Monardo yang telah ditetapkan sebagai sekretaris jenderal dewan ketahanan nasional berdasarkan surat Keputusan Presiden Nomor 24/TPA Tahun 2018 tersebut diterima oleh Plt Sesjen Wantannas Irjen Pol. Drs. Tjetjep Agus Supriyatna, M.M., M.H. beserta para deputi, staf ahli dan para kepala biro di ruangan rapat Sesjen Wantannas lantai 5A.

Dalam penyambutannya, Plt Sesjen Wantnnas Irjen Pol. Drs. Tjetjep Agus Supriyatna, M.M., M.H. mengatakan bahwa ia dan seluruh elemen Setjen Wantannas siap memberikan dukungan sepenuhnya kepada Mayjen TNI Doni Monardo. Ia juga menyampaikan kepada Mayjen TNI Doni Monardo bahwa selama menjadi pelaksana tugas telah melakukan beberapa langkah-langkah koordinasi menuju revitalisasi organisasi Setjen Wantannas. Ia juga mengupayakan agar pelantikan Sesjen Wantannas nantinya bisa dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo.

Irjen Pol. Tjetjep Agus Supriyatna juga menyampaikan kepada Mayjen TNI Doni Monardo bahwa saat ini Setjen Wantannas sedang menyusun program aksi Bela Negara yang rancangan draft Inpresnya masih dalam proses pembahasan di Sekretariat Kabinet. Ia berharap agar rancangan inpres yang telah disusun ini bisa terus diusahakan oleh Sesjen Baru nanti agar mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Mayjen TNI Doni Monardo memberikan apresiasi dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh para Pejabat Setjen Wantannas. “saya sangat mengapresiasi dukungan dari rekan-rekan dan senior saya di Setjen Wantannas, saat ini saya akan mempelajari dulu tentang Wantannas ini dan akan berkonsultasi secara intens dengan Plt Sesjen untuk meminta masukan dan arahannya” Ujarnya kepada para pejabat yang hadir.

Sebelumnya Mayjen TNI Doni Monardo menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi. Ia mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo untuk melakukan revitalisasi terhadap sungai Citarum di Jawa Barat. “Persoalan Sungai Citarum ini sudah dari hulu ke hilir. Kondisi hulu sudah hancur lebur. Diakibatkan oleh tinja, sampah domestik, limbah industri, dan sedimentasi. Tim Kesdam/III Siliwangi terakhir melakukan pemeriksaan, menyimpulkan air di Sungai Citarum tidak layak. Pada ikan dan air di kawasan Cisanti (hulu) sudah tercemar merkuri”. Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan bahwa setelah ditunjuk menjadi Sesjen Wantannas pun tetap diberikan tugas untuk melakukan pengawasan terhadap program revitalisasi yang diprediksi akan memakan waktu sampai 2040.