TIM KAJIDA SETJEN WANTANNAS KUNJUNGI PROVINSI SULAWESI BARAT

Kedeputian Bidang Sistem Nasional Setjen Wantannas kembali mengadakan kunjungan kerja, selasa (27/03/2018) guna mencari dan mengumpulkan data dan informasi terkait Ipoleksosbudhankam, yang selanjutnya akan dapat diimplementasikan sebagai landasan perumusan kebijakan nasional dalam bentuk naskah yang didalamnya tertuang kebijakan, strategi serta upaya sebagai rekomendasi kepada Presiden RI dalam pengambilan keputusan.

Kunjungan kali ini adalah ke wilayah Provinsi Sulawesi Barat dengan dipimpin langung oleh Deputi Bidang Sistem Nasional (Desisnas) Mayjen TNI Aris Martono Haryadi selaku Pimpinan rombongan yang beranggotakan Pembantu Deputi Urusan Informasi dan Pengolahan Data (Bandep Urusan Infolahta) Brigjen TNI Drs. Abdul Shamad S, M.Sc sebagai Ketua Tim dengan anggotanya Analis Kebijakan Bidang Pengumpul dan Pengolah Informasi Kolonel Kav. Syachriyal E. Siregar, SE dan Analis Kebijakan Bidang Telematika Kolonel Sus. Drs. Sutarno, M.Si.

Kedeputian Bidang Sisnas pada kesempatan ini mengangkat permasalahan mengenai persengketaan tapal batas daerah administrasi Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat dengan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Selain itu, lokasi konflik di Kecamatan Rio Pakava yang menyangkut Desa Ambulawa, Bonemawara dan Ngovi serta di Pasangkayu juga menjadi objek pencarian data dan informasi.

Disamping itu, fenomena konflik yang terjadi antara pabrik kelapa sawit PT. Mamuang dan PT. Pasangkayu (Grup PT. Astra Agro Lestari – AAL) dengan masyarakat Mertasari juga menjadi agenda tersendiri.

Pemilihan wilayah Provinsi Sulawesi Barat khususnya di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah sebagai objek kunjungan daerah bertujuan untuk pendalaman terhadap permasalahan ketahanan daerah dan ketahanan nasional. Pada sisi lain, juga untuk menggali permasalahan lain meliputi bidang Astagatra, yang perlu dianalisis serta dibuatkan rekomendasi sebagai bahan masukan kepada Presiden selaku Ketua Dewan Ketahanan Nasional.