MAYJEN TNI DONI MONARDO BERTEMU MENTERI PERTAHANAN

Pada hari Rabu (28/3/2018), Mayor Jenderal TNI Doni Monardo mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Pur) Ryamizard Ryacudu di Kantor Kementerian Pertahanan Jl. Medan Merdeka Barat No. 13-14 Jakarta.  Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama kali sejak dikeluarkannya surat Keputusan Presiden Nomor 24/TPA Tahun 2018 tentang pengangkatannya menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional. Sesuai  dengan Keppres 101 Tahun 1999 bahwa Menteri Pertahanan adalah anggota tetap Dewan Ketahanan Nasional sehingga kunjungan ini merupakan bentuk kerjasama anggota tetap Dewan Ketahanan Nasional.

Kunjungan kepada Menteri Pertahanan ini juga melengkapi kunjungan Mayjen TNI Doni Monardo sebelumnya ke Menko Polhukam, Jenderal TNI (Pur) Dr. H. Wiranto, S.H. Dalam pertemuan tersebut, Wiranto telah memberikan beberapa arahan kepada Doni Monardo dalam mengemban tugas barunya. “Pak Doni diarahkan menjadi Sesjen Wantannas setelah lebih dulu menjabat sebagai Pangdam Pattimura Maluku dan Pangdam Siliwangi, apalagi lembaga Wantannas ini kan langsung di bawah presiden. Salah satu tugas beliau nanti adalah memantapkan konsep yang berhubungan dengan bela negara,” ujar Wiranto.

Pada pertemuan dengan  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P di Mabes TNI Cilangkap, Mayjen TNI Doni Monardo menyampaikan Hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan nasional untuk dilaporkan kepada Presiden dan dicarikan solusinya. Disampaikan juga saat ini Wantannas membutuhkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas khususnya dari TNI.  Diharapkan setiap prajurit TNI yang terpilih dapat berkarir dengan baik di lingkungan Wantannas maupun di institusi TNI.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P menyampaikan bahwa akan mendukung program-program Wantannas dalam rangka memformulasikan tentang tugas-tugas bela negara kepada seluruh komponen bangsa. “Kita berharap Wantannas memiliki modul yang bisa dijadikan pedoman karena bela negara ini bukan merubah fisik akan tetapi berkaitan dengan perubahan mindset dan pemahaman masyarakat Indonesia tentang nasionalisme dan bela Negara”, ujar Panglima TNI. “Seperti diketahui adanya ancaman-ancaman kekinian yang dihadapi bangsa ini, seperti ancaman cyber threat, bio threat dan inequality threat, sehingga perlu diwaspadai dan menjadi pertimbangan Wantannas dalam penyusunan modul bela Negara”, imbuh Panglima TNI. Diharapkan melalui bela negara, masyarakat Indonesia menyadari hal-hal yang dapat merusak tujuan dan kepentingan nasional Indonesia.