SETJEN WANTANNAS AUDIENSI DENGAN WANTIMPRES

SETJEN WANTANNAS AUDIENSI DENGAN WANTIMPRES Mayjen TNI Doni Monardo beserta jajaran Deputi dan Staf Ahli serta Kepala Biro melakukan audiensi dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Rombongan diterima oleh ketua Wantimpres Prof. Dr. Sri Adiningsih M.Sc serta anggota Wantimpres lainnya yakni Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar dan Mayjen Pol (Purn.) Drs. Sidarto Danusubroto, S.H. pada selasa 3/04/2018 di Kantor Pusat Wantimpres Jl. Veteran III Jakarta.

Dalam audiensi tersebut, Mayjen TNI Doni Monardo menjelaskan kepada anggota Wantimpres bahwa dalam beberapa hari terakhir dirinya telah melakukan beberapa audiensi yaitu dengan Menkopolhukam, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Pertahanan, dan juga Panglima TNI. Dari beberapa audiensi tersebut, ia menyimpulkan bahwa ada dua poin penting yang harus segera dilaksanakan oleh Wantannas saat ini.

 Poin pertama yang menjadi sorotan Mayjen TNI Doni Monardo ialah keinginan Presiden kepada  Wantannas untuk menyempurnakan konsep bela negara, karena apa yang sedang dikerjakan saat ini masih belum sesuai dengan harapan Presiden tentang bela negara. Poin kedua tentang revitalisasi Wantannas, karena saat ini organisasi Wantannas memerlukan pembenahan untuk menunjang optimalisasi kinerja agar sesuai dengan perkembangan yang terjadi saat ini.

Sementara itu, Irjen Pol. Drs. Tjetjep Agus Supriyatna, MM, MH. Menjelaskan tentang tugas dan fungsi Setjen Wantannas saat ini kepada Wantimpres. Ia juga memaparkan tentang progres pembuatan modul bela negara yang sedang dikerjakan saat ini. Ia pun menyampaikan bahwa untuk mengantisipasi tahun politik 2018 dan 2019 nanti, Wantannas telah melakukan kajian-kajian untuk antisipasi dan menciptakan situasi kondusif saat pilkada dan pilpres nanti digelar. Wantannas juga menilai bahwa saat ini negara harus kembali memiliki haluan negara seperti GBHN, walaupun saat ini ada RPJMN, Wantannas menilai hal itu belum cukup dijadikan untuk visi jangka panjang Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar menyampaikan beberapa pandangannya terkait bela negara. Ia menghimbau agar Wantannas melakukan koordinasi yang ketat dengan Kementerian Pertahanan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi ketersinggungan antar lembaga. Ia merasakan bahwa saat ini konsep bela negara yang dijalankan terlalu berfokus pada kegiatan fisik. Padahal konsep bela negara ini adalah mengenal betul apa itu ancaman yang bisa merongrong kedaulatan negara dan mengenal cara untuk menghadapinya.

“Satu yang harus kita catat saat ini ialah mayoritas bangsa ini sangat mendambakan agar bangsa ini tetap utuh dalam wadah NKRI. Saya bicara mayoritas karena ada minoritas yang menginginkan bangsa ini terpecah belah. Kelompok minoritas ini memiliki sedikit anggota tapi mempunyai pengaruh yang besar, untuk itulah soliditas TNI dan Polri harus tetap dikuatkan untuk menjamin keutuhan NKRI” Ujarnya.  Diakhir acara, Agum Gumelar menyatakan bahwa komunikasi antara Wantannas dan Wantimpres harus lebih dipererat agar tercipta kerjasama yang sinergis demi kemajuan Bangsa dan Negara.