MAYJEN TNI DONI MONARDO KUNJUNGI KEMEN BUMN SEBAGAI TINDAK LANJUT DARI RENCANA PENYELENGGARAAN SARASEHAN NASIONAL

Mayjen TNI Doni Monardo Kunjungi Kemen BUMN Sebagai Tindak Lanjut dari Rencana Penyelenggaraan Sarasehan NasionalKamis, 5 April 2018, Mayjen TNI Doni Monardo mengunjungi kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kemen BUMN) RI sebagai tindak lanjut dari rencana penyelenggaraan Sarasehan Nasional di bulan Juli mendatang.

Kantor yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta Pusat ini dikunjungi Sesjen Wantannas dengan didampingi oleh Pejabat Eselon II di lingkungan Setjen Wantannas antara lain Deputi Bidang Sistem Nasional Mayjen TNI Aris Martono Haryadi, Kepala Biro Umum Brigjen TNI Afanti S. Uloli, SE, M.Si, Bandep Urs. Lingstrareg Brigjen TNI Mundasir, S.IP. , M.M., NDC dan Anjak Bid. Lembaga Kolonel Czi. Budi Irawan, S.IP.. Selain itu, turut hadir pula perwakilan dari akademisi dan tokoh masyarakat lainnya.

Sarasehan Nasional menjadi pembahasan utama dalam acara tersebut. Sebagaimana diketahui, Kemen BUMN merupakan salah satu kementerian yang punya adil besar atas terselenggaranya Sarasehan. Dapat dijelaskan di sini, perwakilan dari perbankan nasional yang notabene masuk dalam Kemen BUMN menyampakan bahwa tujuan Sarasehan adalah mendiseminasikan pengalaman dalam berkonflik, khususnya pendekatan-pendekatan yang dilakukan mencegah dan menyelesaikan konflik sosial sebagai pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

Mayjen TNI Doni MonardoMasih pada acara yang sama, perwakilan Universitas Indonesia menyampaikan, kegiatan Sarasehan nantinya akan berformat diskusi terbuka dengan Keynote Speeches Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Punr) Wiranto, salah satu moderatornya yaitu Rudi Rahabeat sebagai perwakilan intelektual muda. Sedangkan yang bertindak sebagai pembicara utama diantaranya adalah mantan Ketua Sinode G P M, Pendeta Jhon Ruhulessin dan Ustadz/Ambon Reconcilia tion & Mediation Center yang juga seorang Ustadz Abidin Wakano.

Sesjen Wantannas sendiri menyampaikan, output dari kegiatan Sarasehan ini adalah buku yang bertajuk “Dari Maluku Untuk Maluku” dimana dalam buku tersebut para pembicara/panelis akan menuliskan pengalaman dan pandangan masing-masing tentang pendekatan dalam penyelesaian konflik di Maluku atau Maluku Utara sesuai dengan sub-tema yang ditetapkan.****