MAYJEN TNI DONI MONARDO : BERBAHAGIALAH DALAM MENGEMBAN TUGAS

Sesaat setelah kegiatan Pelantikan Sesjen Wantannas selesai diselenggarakan, kegiatan diteruskan dengan Serah Terima Jabatan dan Penyerahan Memorandum dari Plt Sesjen Wantannas, Irjen Pol Drs. Tjetjep Agus S, MM, MH kepada Sesjen Wantannas, Mayjen TNI Doni Monardo (06/04/18).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 13.30 WIB tersebut bertempat di Lt.6 Ruang Nakula, Gedung Kemenko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat No.15, Jakarta. Acara dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Irjen Pol Drs. Tjetjep Agus S, MM, MH. Deputi Politik dan Strategi tersebut menyampaikan mengenai pentingnya komitmen pimpinan dalam melakukan pengelolaan organisasi. Komitmen pimpinan itulah yang mengantarkan Setjen Wantannas meraih predikat WTP selama 10 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan atas pemeriksaan Laporan Keuangan.

Selanjutnya Sesjen Wantannas yang ke-14, Mayjen TNI Doni Monardo menyampaikan sambutannya. Mayjen TNI Doni secara resmi memperkenalkan diri di hadapan seluruh pejabat, staf dan pegawai Setjen Wantannas dengan didampingi isteri, Ny. Santi Doni Monardo. Mengawali sambutannya, Mayjen TNI Doni menceritakan sekelumit mengenai kisah kehidupannya. Lelaki kelahiran Cimahi, Jawa Barat tersebut lahir pada tanggal 10 Mei 1963. Beliau merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1985 pada korps bidang infanteri. Penempatan pertama langsung pada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 1986 sampai dengan 1998. Selama di Kopassus, beliau pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh dan daerah lainnya. Pada tahun 1999 hingga 2001, kemudian ditugaskan pada Batalyon Raider di Bali. Selanjutnya ditarik kembali di Paspampres hingga tahun 2004.

Pada tahun 2005 sampai dengan 2006, beliau ditugaskan di Aceh. Setahun di sana, beliau kembali ditarik ke Jakarta bergabung dengan Paspampres. Pada tahun 2006 dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, pada Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, atau yang lebih dikenal dengan Kostrad. Salah satu program yang hingga kini dikenang masyarakat Makassar adalah penghijauan beberapa kawasan tandus di Sulawesi Selatan termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.

Setelah di Makassar, beliau di promosikan menjadi Dan Grup A Paspampres hingga 2010. Setelah di Paspamres, beliau kemudian diberi kepercayaan menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor. Hanya beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, beliau diberi kepercayaan menjadi Wadanjen Kopassus. Salah satu tugas yang melambungkan namanya adalah ketika ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia.

Setelah menceritakan sekelimut mengenai beberapa pengalaman dan tugasnya, beliau kemudian menyampaikan pesan kepada seluruh keluarga besar Setjen Wantannas agar tidak menjadikan tugas sebagai beban. Sebaliknya beliau berpesan agar selalu bahagia dalam mengemban tugas.

Beliau mencontohkan negara Finlandia, sebagai negara paling bahagia di dunia. Hasil ini merupakan survey dariWorld Happiness Report 2018. Masih dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Maluku Utara merupakan provinsi paling bahagia di Indonesia. Ditempat kedua menguntit provinsi tetangganya yaitu Provinsi Maluku. Hasil tersebut berdasarkan Survey Pengukuran Tingkat Kebahagiaan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik. Sebagai Mantan Pangdam Pattimura yang mengetahui kondisi sosio-kultural di Kepuluan Maluku, beliau menegaskan bahwa Kepulauan Maluku pantas menjadi daerah paling bahagia di Indonesia didasarkan pada kekayaan alamnya, potensi baharinya, keanekaragaman hayatinya, serta kehidupan sosial masyarakatnya.