SESJEN WANTANNAS LAKUKAN AUDIENSI DENGAN MENDAGRI

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Mayjen TNI Doni Monardo melakukan audiensi dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, SH, di kantor Kementerian Dalam Negeri Jalan Medan Merdeka Utara No. 7 Jakarta Pusat pada Jum’at (20/04/18). Sesjen didampingi oleh Deputi Sistem Nasional  Mayjen TNI Aris Martono Haryadi, Deputi Jiandra Laksda TNI Teguh Prihantono, S.Sos serta para Staf Ahli dan Kepala Biro Setjen Wantannas.

Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut dari rangkaian audiensi yang telah dilakukan oleh Wantannas dengan berbagai pihak guna menjalin komunikasi dalam rangka penyusunan modul bela negara yang saat ini sedang dikerjakan oleh Wantannas. Pertemuan tersebut juga dimaksudkan untuk mensinergikan Kemendagri dan Setjen Wantannas dalam hal ketahanan nasional.

Sesjen Wantannas menjelaskan kepada Mendagri bahwa saat ini Setjen Wantannas sedang menyusun sebuah konsep modul Bela Negara yang aplikatif dan tidak berbau militeristik. Untuk itulah Setjen Wantannas perlu bersinergi dengan K/L lain agar hasil kajian dan konsep Bela Negara tersebut sesuai dengan kondisi saat ini.

Saat ini Setjen Wantanas sudah mengundang sejumlah lembaga terkait untuk menghadapi ancaman yang dihadapi bangsa. Lembaga tersebut antara lain LSM, lembaga non pemerintah, akademisi, media, serta para seniman untuk mengumpulkan berbagai macam isu terkait ancaman terhadap ketahanan nasional.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambut baik kedatangan tim dari Setjen Wantannas. Ia juga memberikan cenderamata berupa buku karyanya kepada perwakilan Wantannas. Audiensi tersebut dilakukan secara tertutup di lantai dua gedung Kemendagri selama dua jam.

Dalam keterangannya kepada para wartawan, Mendagri menjelaskan, pertemuan tersebut membahas strategi yang akan digunakan dalam membentuk ketahanan nasional. Menurut dia, ancaman ketahanan negara tidak hanya ditangani oleh TNI dan Polri, namun perlu peran serta dari masyarakat. Dia juga mengatakan pertemuan tersebut juga membahas strategi antisipasi ancaman yang timbul dari radikalisme dan terorisme. Strategi ini nantinya perlu didukung dengan adanya data yang akurat.

“Setjen Wantannas sudah melangkah, mengundang semua lembaga, sudah mengundang berbagai elemen LSM, NGO. Dalam  rangka menghadapi spektrum ancaman yang dihadapi bangsa ini harus melibatkan semua pihak untuk penanganannya,” ujar Mendagri.