Tim Kajida Setjen Wantannas Kunjungi Jawa Timur

 

Dalam upaya untuk mengumpulkan informasi terkini terkait dengan bidang ketahanan pangan khususnya peningkatan industri gula, Tim dari Kedeputian Pengkajian dan Penginderaan (Jiandra) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) melakukan kajian daerah (Kajida) ke Provinsi Jawa Timur.  Tim dipimpin langsung oleh Deputi Jiandra Laksda TNI Teguh Prihantono, S.Sos selaku Ketua Rombongan, Bandep Urs.Lingkungan Strategis Internasional Brigjen TNI Sugeng, S.H (Ketua Tim), Analis Kebijakan Bidang Ekonomi Internasional Kolonel Inf. Frans Thomas, S.Sos, M.Ikom, Bandep Urs. Lingkungan Strategi Nasional Laksma TNI Nurhidayat, Analis Kebijakan Bidang Sosial Budaya Nasional Kolonel Cku Ngadiman, M.M, Analis Kebijakan Bidang Politik Keamanan Internasional Drs. Irwan Iding, M.Si, Analis Kebijakan Bidang Politik Keamanan Nasional Joko Pandam Mardyatno, S.H, serta Analis Kebijakan Bidang Politik Keamanan Regional Kolonel Laut (KH) Drs. Eri Khasman, M.Sc.

 

Adapun tujuan kajian daerah ini adalah diperolehnya informasi terkini dan valid sebagai bahan masukan bagi Sesjen Wantannas dalam merumuskan alternatif usulan solusi atas permasalahan yang dihadapi para stakeholder atau Pemerintah Daerah (Provinsi/ Kabupaten) terkait dengan industri gula, terutama menghadapi masa panen tebu dari bulan Mei sampai September 2018, untuk disampaikan kepada Presiden selaku Ketua Dewan Ketahanan Nasional untuk menentukan langkah tindak lanjut.

 

Beberapa Potensi permasalahan yang diindikasi dan memerlukan solusi antara lain:

  1. Adanya Potensi interseksi pasar untuk produk gula karena rembesan produk gula putih dari raw sugar yang dapat mengakibatkan menurunnya harga eceran gula setempat.
  2. Dengan terbangunnya dua PG terintegrasi di Jawa Timur dan upaya PTPN X, PTPN XI dan PT Kebon Agung melakukan revitalisasi Pabrik Gula, sedangkan luasan areal tanam tebu yang terbatas, berpotensi mengakibatkan kerugian petani tebu akibat perebutan dan persaingan penjualan tebu ke Pabrik Gula.
  3. Diperoleh informasi bahwa terjadi permasalahan penyerobotan Aset dan tumpang tindih Sertifikasi Lahan, yang memerlukan solusi komprehensif.

 

Dalam Kajida tersebut, tim juga berkesempatan melakukan Audiensi dengan Pimpinan Kodam V/Brawijaya, Pemkot Surabaya dan Kantor Badan Pertanahan Nasional Surabaya. Tim Kadjida juga melakukan pertemuan dengan manajemen PTPN X, PTPN XI, PT. Kebon Agung, Pabrik Gula Terintegrasi, dan Pabrik Gula swasta se Jawa Timur di Surabaya, serta Asosiasi Perkebunan Tebu Rakyat terkait efektivitas pengelolaan perkebunan tebu rakyat.

Terakhir Tim juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke Pemda Lamongan dan manajemen PT Kebun Tebu Mas dan Petani Tebu di Lamongan terkait penyiapan areal perkebunan tebu baru. Serta melakukan kunjungan ke Pemda Blitar dan manajemen PT Rejoso Manis Indo dan Petani Tebu di Blitar terkait penyiapan areal perkebunan tebu baru.