Sesjen Wantannas Melakukan Audiensi Dengan Kapolri

 

Jakarta –  Rabu 02/05/2018, Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Mayjen TNI Doni Monardo melakukan audiensi dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri)  di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Jl. Trunojoyo No.3, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Kapolri diwakili oleh Wakil Kapolri Komjen Syafruddin. Kapolri berhalangan hadir karena berbarengan dengan acara lainnya.

 

Pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut membahas berbagai isu penting yang berkembang saat ini. Sesjen Wantannas menyampaikan kepada Wakapolri bahwa saat ini Wantannas sedang menyusun modul bela negara yang bersifat fleksibel dan non militeristik. Dalam menyusun modul bela negara tersebut, wantannas telah mengumpulkan berbagai spektrum ancaman yang dapat mengancam persatuan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

 

Spektrum ancaman tersebut terbagi dua, yakni ancaman yang bersifat militer dan ancaman yang bersifat non-militer. Sesjen Wantannas mengatakan bahwa ancaman yang paling nyata dihadapi bangsa saat ini adalah ancaman non-militer. Ia mencontohkan bahwa saat ini terjadi penurunan prestasi dalam bidang olahraga di Indonesia sebagai akibat dari ancaman yang datang dari negeri sendiri seperti pencemaran lingkungan yang mengakibatkan menurunnya kualitas hidup masyarakat khusunya generasi muda indonesia yang terpapar berbagai polusi. Sementara ancaman dari luar juga banyak mempengaruhi generasi muda Indonesia dengan semakin mudahnya informasi masuk melalui gadget dan media elektronik lainnya.

 

Untuk itulah Sesjen Wantannas meminta kepada Polri untuk dapat membantu dan memberikan input-input data yang bisa dijadikan bahan kajian untuk disampaikan kepada Presiden. Sesjen juga meminta agar Polri bisa memperkuat Polda Jawa Barat khususnya untuk dapat menindak para pelaku pencemaran sungai Citarum yang merupakan urat nadi provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

 

 

Sementara itu, Wakapolri menyambut baik kunjungan Wantannas ke Mabes Polri. Ia mengamini apa yang dikatakan olehSesjen Wantannas bahwa Indonesia saat ini krisis prestasi Olahraga. Wakapolri Komjen Syafruddin menceritakan bahwa pengaruh negatif gadget sangat luar biasa sekali terjadi kepada generasi muda.

 

“Pada tahun 2011 saya ditunjuk sebagai wakil ketua kontingen untuk SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang, saat itu para atlet yang akan berlaga di SEA Games dikarantina di Pusdilat Kopassus di Lembang Bandung. Ketika mereka selesai karantina para atlet merasa bangga dan berkobar-kobar semangat membela bangsanya. Namun saat ini ketika saya ditunjuk menjadi ketua kontingen Asian Games 2018, banyak atlet-atlet yang tidak bisa lepas dari gadgetnya. Bahkan ketika saya memberikan arahan, mayoritas atlet-atletnya malah lebih fokus kepada gadget mereka”, Ucap Wakapolri.

 

Diakhir acara, Sesjen dan Wakapolri beserta jajarannya berkesempatan melakukan foto bersama. Pada kesempatan audiensi tersebut, Sesjen didampingi oleh Deputi Polstra Irjen Pol Drs. Tjetjep Agus Supriyatna, M.M., M.H, Deputi Jiandra Laksda TNI Teguh Prihantono, Deputi Pengembangan Marsda TNI Emir Panji Dermawan, S.Sos, Deputi Sisnas Mayjen TNI Aris Martono Haryadi dan para Staf Ahli serta Kepala Biro Setjen Wantannas.