Sesjen Wantannas Menerima Dr. Donny Gahral Adian, M.Hum

 

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Mayjen TNI Doni Monardo menerima Dr. Donny Gahral Adian M.Hum yang merupakan Dosen di Departemen  Filsafat Fakultas Ilmu Budaya (FIB)–Universitas Indonesia di Kantor Setjen Wantannas Jl. Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta Pusat pada Rabu,  9/05/2018. Pada pertemuan tersebut, Dr. Donny Gahral memaparkan beberapa pandangannya terkait kompleksitas ancaman militer dan nir-militer.

 

Dr. Donny Gahral dalam paparannya menyatakan bahwa saat ini ancaman sudah membaur antara ancaman militer dan nir-militer. Musuh eksternal dan internal sudah tidak dapat dibedakan secara diskriminatif. Pendekatan kompartementalisasi yang mematok TNI pada fungsi pertahanan saja harus dipikirkan kembali.

 

Ia menambahkan bahwa saat ini pertahanan bukan semata-mata berhubungan dengan ancaman militer tapi juga nir-militer.   Kekuatan suprastruktur dan infrastruktur TNI yang begitu luar biasa, sangat disayangkan jika hanya dipatok untuk menghadapi bentuk ancaman tradisional.

 

Di era sekarang ini banyak ancaman baru yang membutuhkan pendekatan dekompartementalisasi yang membuka sekat tupoksi antar aparat negara.  Terorisme, separatisme, migrasi, penyelundupan orang dan barang, narkoba, penyakit tropis, kerusakan lingkungan hidup, bencana alam, kemiskinan, dan lain sebagainya membutuhkan penanganan terpadu antar semua aparat negara.

 

Menurut Dr. Donny Gahral, tidak seharusnya ada aparat negara yang dibebani dengan begitu banyak tugas sementara kapasitas aparat negara lain, dalam hal ini TNI, masih belum dimaksimalkan. Ancaman baru yang kompleks dan non-diskriminatif membutuhkan pola pikir dan pendekatan baru yang memberi ruang cukup leluasa bagi TNI untuk menjalankan tugasnya. 

 

Sebab, prinsip utama yang menjadi pandu bagi seluruh aparatur negara sejatinya adalah apa yang disebut dalam alenia IV Pembukaan UUD NRI 1945 tentang Tujuan Negara yakni: “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan soial.” Ujar Donny dalam paparannya.

 

Sementara itu, Sesjen Wantannas Mayjen TNI Donny Monardo menyampaikan terima kasih atas masukan yang telah diberikan oleh Dr. Donny Gahral. Sesjen menyatakan bahwa saat ini Wantannas memang sedang mengumpulkan berbagai jenis spektrum ancaman baik itu militer dan nir-militer untuk menyempurnakan konsep modul bela negara.

 

Pada acara paparan tersebut Sesjen didampingi oleh, Deputi Jiandra Mayjen TNI Teguh Prihantono, S.Sos, Deputi Sisnas Mayjen TNI Aris Martono Haryadi, Sahli bid. Ekonomi Brigjen TNI Moh. Hatta Usmar Rukka, Karo Umum Brigjen TNI Afanti S. Uloli, S.E., M.Si, dan Karo PSP Brigjen TNI Isaac Marcus P. Serta para Analis Kebijakan yang terlibat dalam penyusunan modul Bela Negara.