Bersama Kemendagri, Setjen Wantannas Rencanakan Latihan Simulasi Insiden Siber

Jumat (20/07/2018) Letjen TNI Doni Monardo selaku pimpinan tertinggi Setjen Wantannas menggelar Rapat Koordinasi Simulasi Insiden Siber, di ruang Situation Room Lantai 5 Kantor Setjen Wantannas. Faktor yang mendasari kegiatan ini adalah akan diadakannya perjanjian kerja sama antara Setjen Wantannas dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI serta Konrad Adenauer Stiftung (sebuah lembaga dari Jerman yang sudah cukup lama di Indonesia dan bekerja sama di berbagai bidang).

 

Menurut Sesjen Wantannas dalam sambutannya, latihan siber ini relatif baru dan jarang dilakukan oleh perorangan maupun organisasi, tidak seperti layaknya latihan bencana alam. Hal ini bukanlah tanpa alasan. Akan tetapi, merupakan suatu tuntutan dinamika perkembangan zaman. Mau diterima atau tidak, kehidupan atau masa depan dunia ini, nantinya akan ditentukan oleh perkembangan IT.

 

“Jika kita jeli melihat, masa depan kita dan kehidupan kita nantinya akan sangat ditentukan oleh perkembangan teknologi IT atau siber, dan sekarang ini, ruang kosong penggunaan teknologi informasi belum ada aturan yang mengatur secara global dan menyeluruh,” urai Sesjen.

 

Lebih lanjut disampaikan, jika kita tidak mengikuti perkembangan teknologi informasi, dan terus menerus terpana pada urusan domestik dan politik kekuasaan yang selalu saling menyalahkan, kapan kita akan bersatu, kapan kita bisa membangun, kapan kita memiliki kemampuan untuk berkompetisi, dan kapan kita bisa menghadapi perubahan yang begitu cepat.

 

Latihan yang rencananya akan diadakan bersama Kemendagri ini, diharapkan dapat memperkuat kita untuk bisa mendapatkan sebuah gambaran, apabila suatu saat nanti ada insiden yang menimpa negara Indonesia, baik yang sifatnya serangan siber kepada perbankan maupun sistem energi, ataupun serangan-serangan lain. Oleh karenanya, bagaimana kita bisa bersatu mempersiapkan diri untuk betul-betul menghadapi dengan sebuah sistem, jika kita sendiri tidak dibekali dengan pengetahuan dan wawasan mengenai siber.

 

Sejauh ini, masih dalam penjelasan Sesjen, yang paling menguasai teknologi siber adalah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Jadi, BSSN bisa menjadi pelopor dan penjuru agar sistem pertahanan siber kita semakin baik.

Disamping itu, latihan ini ada baiknya melibatkan sejumlah tokoh-tokoh muda yang memiliki followers di dunia maya, sehingga publikasi dari latihan ini bisa lebih massif dan menimbulkan sebuah kesadaran kepada masyarakat Indonesia khususnya generasi muda agar memanfaatkan teknologi yang ada hanya untuk kepentingan bangsa. Dan, jangan sampai teknologi ini disalahgunakan untuk saling menyalahkan, menerima berita-berita negatif, ataupun digunakan untuk memposting segala sesuatu yang tidak sewajarnya tanpa perasaan bersalah.

 

Latihan Simulasi Siber Insiden Siber ini rencana akan dilaksanakan pada Selasa (24/07/2018) mendatang di Grand Hyatt Hotel, Jakarta dengan melibatkan 70 orang yang terdiri dari Kementerian, Lembaga, dan BUMN.

 

Letjen TNI Doni Monardo dalam acara ini juga mengundang sejumlah tokoh diantaranya Deputi VII Kemenko Polhukam RI, Kepala Pusat Pertahanan dan Siber Kemenhan RI, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian RI, Direktur Aptika Kementerian Kominfo dan Informatika RI, Dansatsiber Mabes TNI, dan lain-lain.