Peran Nyata Dharma Wanita Persatuan Dalam Mendukung Percepatan Eliminasi Tuberkulosis (TB)

Ketua Dharma Wanita Persatuan Setjen Wantannas Ny. Santi Doni Monardo menunjuk anggotanya yaitu Pitra Nervie dan Rini Kusdianti untuk menyambangi Kementerian Kesehatan RI guna mengikuti acara Gelar Wicara bertemakan “Peran Nyata Dharma Wanita Persatuan Dalam Mendukung Percepatan Eliminasi Tuberkulosis (TB), Peningkatan Mutu Imunisasi dan Penurunan Stunting (Kerdil), Rabu (18/07/2018). Sebagai tuan rumah yaitu Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yang ditunjuk sebagai pendukung program pemerintah pada bidang kesehatan.

 

Kemenkes selaku institusi yang menyelenggarakan pembinaan kesehatan, dalam hal ini tidak hanya sekedar memberikan penyuluhan atau sosialisasi saja. Namun, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan proaktif terhadap kesehatan dan segala terapannya. Sebagai implementasi dari tema dan wujud kepedulian terhadap masyarakat, Kemenkes pada acara tersebut memfasilitasi undangan yang hadir dengan pemeriksaan kesehatan gratis dalam bentuk Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), yang utamanya memberi pelayanan untuk Penyakit Tidak Menular (PTM).

 

Untuk diketahui, Posbindu saat ini telah menjadi salah satu strategi penting pemerintah khususnya Kemenkes untuk mengendalikan trend penyakit tidak menular yang semakin mengkawatirkan. Berbagai data dan penelitian, menunjukkan bahwa trend tingkat kesakitan dan kematian penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes, stroke, jantung, ginjal, dan lainnya), sudah melampaui tingkat morbiditas dan mortalitas penyakit menular.

 

Fasilitas lain yang disediakan adalah pemeriksaan atau deteksi dini terhadap penyakit Tuberkulosis (TB), Tes Cepat Molekuler (TCM) TB, dan pemeriksaan rontgen paru yang semuanya dilakukan oleh Team Specialis Paru.

 

Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. NIla Farid Moeloek, Sp.M(K) dalam sambutannya mengatakan bahwa, penyakit tidak menular menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan kesakitan, kecacatan dan kematian yang tinggi serta menimbulkan beban pembiayaan kesehatan sehingga perlu dilakukan penyelenggaraan penanggulangan melalui pencegahan, pengendalian dan penanganan yang komprehensif, efisien, efektif, dan berkelanjutan. Oleh karenanya, Kemenkes menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular dan telah diundangkan pada 30 November 2015.

 

Salah satu penanggulangannya, sebagaimana dijelaskan oleh Menteri, yaitu dengan upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan preventif tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif serta paliatif yang ditujukan untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian yang dilaksanakan secara komprehensif, efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Posbindu PTM merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) meliputi merokok, konsumsi minuman beralkohol, pola makan tidak sehat, kurang aktifitas fisik, obesitas, stres, hipertensi, hiperglikemi, hiperkolesterol serta menindak lanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Kelompok PTM Utama adalah diabetes melitus (DM), kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan.

 

Penanggulangan PTM diprioritaskan pada jenis PTM yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, dengan kriteria sebagai berikut:

a. Tingginya angka kematian atau kecacatan;

b. Tingginya angka kesakitan atau tingginya beban biaya pengobatan; dan

c. memiliki faktor risiko yang dapat diubah.

 

Pada sesi lain, sebagai pembicara, Kemenkes mengundang pakar-pakar di bidang kesehatan seperti Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan (Dirjen P2P) dr. Anung Sugihantono, M.Kes dengan tema Percepatan Eliminasi TBC, Peningkatan Mutu Imunisasi, dan Penurunan Stanting, Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Anak Prof. DR. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K) dengan tema Pencegahan Stunting/Kerdil di 1.000 Hari Pertama Kehidupan, dan Pengajar Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI-RSUP Persahabatan DR. dr. Achmad Hudoyo, Sp.P dengan tema Deteksi Dini TB.

 

Acara Gelar Wicara ini juga dihadiri oleh istri Panglima TNI Ny. Nanny Hadi Tjahjanto dan istri Kapolri Ny. Tri Suswati Tito Karnavian serta perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari seluruh instansi.