Sesjen Wantannas: “ Terjadinya Perselisihan Karena Kurangnya Komunikasi”

Sarasehan Nasional telah usai diselenggarakan. Acara yang terbilang sukses ini, meninggalkan berbagai kenangan di lubuk hati peserta maupun panitia. Rasa lelah dan kantuk sekonyong-konyong hilang saat menyaksikan kemeriahan acara Sarasehan yang berlangsung dengan lancar dan hampir tanpa kendala sedikitpun.

 

Semua kekhawatiran pupus sudah, berganti dengan rasa suka cita. Kini saatnya menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada seluruh komponen yang sudah sepenuh jiwa mendukung terselenggaranya acara ini.

 

Oleh sebab itu, pada Jumat (20/07/2018) pukul 13.00 WIB, Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo beserta jajaran mengadakan syukuran sekaligus pembubaran panitia Sarasehan Nasional.

 

Ketua Panitia Sarasehan Nasional 2018 Mayjen TNI Aris Martono Haryadi yang juga Deputi Bidang Sistem Nasional (Desisnas) Setjen Wantannas, dalam laporannya mengatakan bahwa Sarasehan Nasional bisa terselenggara berkat keyakinan dan rasa percaya diri.

 

“Kegiatan Setjen Wantannas selama ini hanya bersifat lokal dan setingkat Provinsi. Namun, Sarasehan Nasional levelnya sampai ke tingkat nasional. Kita hanya bermodalkan keyakinan saja dan percaya bisa melaksanakan itu dengan maksimal. Sesjenlah yang selalu memberi semangat. Dengan bimbingan dan arahannya, semua bisa terlaksana. Walaupun terdapat kendala dalam persiapannya, akhirnya Sarasehan Nasional bisa diselenggarakan dengan sukses,” ucap Desisnas.

 

Senada dengan Desisnas, Sesjen Wantannas pun mengiyakan bahwa acara Sarasehan memang tidak bermodalkan apa-apa.

 

“Sarasehan Nasional bisa terselenggara bermodalkan keyakinan dan keberanian serta dukungan Warga Maluku dan panitia seluruhnya. Secara riil, tidak ada di dalam program kerja,“ kata Sesjen.

 

Akan tetapi, lanjut Sesjen, keberuntungan datang dengan dipertemukannya ia dan Tim Pandawa 5 yang terdiri dari Dr. Rachma Fitriati Malik, M.Si (Han), Dr. Endang Mariani, M.Si, Prof. Budi Gunawan, Ph.D, Dr. Sonny A. Nulhaqim, dan Maulana Irfan, M.Ikom. Gagasan Sarasehan sendiri sebenarnya sudah dimulai saat Letjen TNI Doni Monardo menjabat Pangdam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, yang kemudian gagasan tersebut disambut baik oleh Dr. Rachma dan kawan-kawan yang tergabung dalam Pandawa 5. Merekalah yang menyukseskan Sarasehan Nasional mulai dari penyusunan konsep awal sampai acara itu terselenggara.

 

Kesuksesan Sarasehan Nasional menuai banyak pujian. Salah satunya ada yang mengatakan “baru kali ini ada kegiatan yang melibatkan pihak daerah, tapi diberikan fasilitas sekelas hotel bintang 5.”

Di akhir sambutannya, Sesjen Wantannas menyelipkan kata-kata bijak mengenai perdamaian.
“Salah satu faktor yang menimbulkan perselisihan adalah karena kurangnya komunikasi. Oleh sebab itu, ciptakanlah komunikasi yang baik, jagalah jangan sampai berubah menjadi komunikasi yang buruk. Pandai menjaga komunikasi, sama artinya kita menciptakan perdamaian. Menciptakan perdamaian, kalau momentnya tepat dan acaranya bagus, akan jadi legenda dan pasti diingat-ingat terus,” ujar Sesjen dengan mimik penuh kegembiraan.

 

Acara pembubaran Panitia Sarasehan Nasional 2018 ditutup dengan penyampaian ucapan terima kasih yang disertai pemberian plakat dan piagam kepada para sponsor, media partner, dan peserta pameran.