Setjen Wantannas Akan Selenggarakan Latihan Simulasi Insiden Siber

Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional berencana mengadakan Latihan Simulasi Insiden Siber, Pengambilan Keputusan dan Koordinasi Lintas Sektoral K/L yang efektif menghadapi Insiden Siber Terhadap Obyek Vital Nasional Dalam Rangka Ketahanan Nasional. Acara akan digelar di Hotel Grand Hyatt Jl. M. H. Thamrin Kav. 28-30, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, pada Selasa, 24 Juli 2018, dibuka oleh sambutan dari pimpinan Konrad-Adenaur-Stiftung-Jan Senkyr dan dilanjutkan sambutan serta pembukaan latihan oleh Sesjen Wantannas.

 

Latihan Simulasi Insiden Siber ini akan mengemukakan pokok-pokok persoalan tentang bagaimana menghadapi insiden siber. Didasari hasil Kajilu Sisnas ke Belanda & Jerman 2017, Hasil Koordinasi Desisnas dengan KAS Perwakilan Indonesia-Timore Leste, Rakertas dan Pojaksus Sisnas tentang “Antisipasi dan Kesiapan Indonesia menghadapi perang siber dalam rangka Ketahanan Nasional”. Latihan Simulasi Insiden Siber ini membawa ”tagline” Pengambilan Keputusan dan Koordinasi Lintas Sektoral K/L yang efektif menghadapi Insiden Siber Terhadap Obyek Vital Nasional Dalam Rangka Ketahanan Nasional.

 

Acara ini akan diisi dengan paparan dari Mendagri dengan tema Kesiapan Kemendagri disisi tata kelola, SDM, dan teknologi keamanan siber untuk mengawal dan mewujudkan good governance di era siber dalam rangka ketahanan nasional. Dilanjutkan paparan KA BSSN dengan tema Manajemen krisis keamanan siber untuk menangani insiden siber dalam rangka ketahanan nasional. Serta latihan simulasi insiden siber dipandu oleh Prof. Dr. Marco Gercke.

Setjen Wantannas sebagai penyelenggara Latihan Simulasi Insiden Siber meskenariokan terdapat salah satu Bandara di Indonesia mengalami insiden siber oleh anonimous/hacker yang tidak bertanggung jawab, dalam pelatihan ini akan ditentukan bagaimana pengambilan keputusan serta koordinasi antar K/L terkait, dalam rangka menanggulangi insiden siber dimaksud (dalam hal ini koordinasi antara Kominfo, BSSN dan Kemenhub). Trainer akan menawarkan beberapa alternatif penanggulangan dengan dampak yang berbeda, yang pada akhirnya insiden siber dapat ditanggulangi dengan baik sehingga Bandara dapat beroperasi secara normal kembali.

 

Setjen Wantannas setidaknya menargetkan undangan yang akan hadir dalam kegiatan Latihan Simulasi Insiden Siber tersebut diantaranya Deputi VII Kemenko Polhukam, Kepala Pusat Pertahanan dan Siber Kementerian Pertahanan, Kapusfasker Sekjen Kemendagri, Kepala Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan Kementerian Keuangan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanian Kementerian Pertanian, Direktur Aptika Kemenkominfo, Direktur OINB Kemenlu, Dirjen Hubud Kemenhub, Dansatsiber Mabes TNI, Direktur Cybercrime Mabes Polri, Kadis Infolahta TNI AD, Kadis Infolahta TNI AL, Kadis Infolahta TNI AU, Deputi Bidang Penanggulangan dan Pencegahan BSSN, Deputi Cyber BIN, Dansatinduk BAIS TNI, Deputi Bidang Pencegahan BNN, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Deputi Bidang Pengkajian Strategis Lemhanas, Kapusdiklat BPS, Ketua Detiknas, Kepala Departemen Surveillance Sistem Keuangan Bank Indonesia, Direktur Pengelolaan Sistem Informasi OJK, Dirut AirNav Indonesia, Dirut PT. Angkasa Pura I, Dirut PT Angkasa Pura II, Kepala Kantor Otoritas Bandara Wil I Bandara Soetta, Dirut Telkomsel, Dirut XL/Axiata, Dirut Indosat, Dirut PLN, Ketua Indonesia Cyber Security Forum, Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Ketua Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI), Dirut Garuda Indonesia, Dirut Lion Air, Kedutaan Jerman.