Bahas Penataan Daerah Aliran Sungai Ciliwung, Setjen Wantannas Undang Gubernur DKI Jakarta dan Jabar

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahananan Nasional Letjen TNI Doni Monardo mengadakan pertemuan dengan Plt. Gubernur Jabar Komjen. Pol. Drs. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H. dan Perwakilan dari Pemerintah provinsi DKI Jakarta yang mewakili Gubernur untuk membahas penataan daerah aliran sungai Ciliwung, Pada Rabu, 25 Juli 2018.

 

Sesjen sangat berterima kasih kepada tamu undangan sekalian dan menyampaikan permohonan maaf dari wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang berhalangan hadir karena ada acara yang tidak bisa diwakilkan di kepulauan seribu. Sesjen juga merasa terkesan dengan kehadiran Plt. Gubernur Jawa Barat Komjen Pol. Mochammad Iriawan yang sudah menyempatkan diri hadir dalam pertemuan tersebut.

 

Diawal sambutannya, Sesjen Wantannas memaparkan kembali usaha yang telah dilakukan saat menata daerah aliran sungai Citarum di Jawa Barat. Ia optimis bahwa langkah yang telah dilakukan di Jawa Barat bisa menjadi role model untuk daerah lainnya khususnya DKI Jakarta.

 

Dikatakan juga bahwa penataan daerah aliran sungai Citarum diakuinya lebih berat. Hal ini dikarenakan panjangnya daerah aliran sungai Citarum serta banyaknya daerah Industri yang dilalui oleh Citarum mengakibatkan sungai menjadi sangat tercemar berat dan sangat tidak layak untuk kehidupan.

 

Untuk menata kembali DAS Ciliwung tentu harus merevitalisasi sektor hulu terlebih dahulu di kawasan gunung gede pangrango. Untuk itulah Sesjen Wantannas mengundang para pemangku kepentingan di daerah hulu untuk melakukan koordinasi lebih jauh lagi.

 

Sesjen juga optimis penataan Ciliwung akan lebih mudah daripada penataan Citarum, hal ini dikarenakan panjang sungai Ciliwung yang hanya sekitar 120 KM, tidak sepanjang daerah aliran sungai Citarum yang memiliki panjang sekitar 300 KM serta melalui dua waduk besar yaitu Jatiluhur dan Cirata.

Pada kesempatan ini pula, Renaldi Zein yang merupakan senior corporate Communication dan pengamat warga Jakarta, mengatakan bahwa Ciliwung mempunyai dua masalah, kiriman air pada musim hujan yg dapat membuat banjir, dan dari buangan air kotor dari lokal Jakarta sendiri. Dikatakan pula bahwa Waste water atau air kotor item ini berasal dari buangan rumah tangga, industri dan usaha kecil, Sera tak adanya usaha penyaringan buangan yang mengakibatkan air item bau kotor. Menurutnya Pemda Jakarta beserta TNI polri dan masyarakat, patutnya dapat mengatasi ini

 

Hal Senada juga disampaikan oleh Nur Firdaus dari BBM elang sakti mengatakan, ide tersebut sangat realistis dan dapat mengusulkan bantuan finansial zero interes untuk membuat sungai Ciliwung tidak item dan kotor, Sejauh adanya keterlibatan TNI membantu pengawasan pelaksanaannya.

 

Dalam pertemuan tersebut hadir Kasdam Jaya Brigjen TNI Suharyanto,Asisten Teritorial Kasad Brigjen Dudung Abdurachman, Ltk. Inf Jamaludin mewakili Asisten Teritorial Panglima TNI, Perwakilan Dirjen Sumber Daya Air Kemen PUPR RI Jarot Widyoko, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Bambang Hidayah, serta perwakilan dari beberapa lembaga terkait DAS Ciliwung.