Setjen Wantannas Bahas Tiga Isu Penting di Pleno Penutupan Pokjasus dan Ramusmat

Tiga isu penting dibahas dalam Rapat Perumusan Materi (Ramusmat) yang diselenggarakan di Kantor Setjen Wantannas Jl. Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta Pusat, Kamis (02/08/2018). Pokok bahasan yang menjadi isu dalam rapat perumusan materi tersebut antara lain : Optimalisasi Penerapan Penegakan Hukum Dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Rangka Ketahanan Nasional, Upaya Bela Negara Melalui Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Dalam Rangka Ketahanan Nasional, serta Optimalisasi Pemahaman Sejarah dan Nilai-Nilai Sejarah Indonesia Guna Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Rangka Memperkokoh Ketahanan Nasional.

 

Raynaldo Sembiring (Deputi Direktur ICEL) yang mewakili Kelompok D-2 Kedeputian Debang membahas tema Optimalisasi Penerapan Penegakan Hukum Dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Rangka Ketahanan Nasional.

 

Raynaldo mengatakan bahwa perlu adanya peningkatan efektifitas regulasi dalam penerapan sanksi hukum lingkungan, serta peningkatan kesadaran masyarakat dan keberpihakan pengambil kebijakan dalam perlindungan lingkungan hidup. Ia pun melanjutkan bahwa diperlukan penguatan kapasitas dan integritas aparatur penegak hukum serta penetapan kriteria baku mutu lingkungan hidup yang komprehensif dan konsisten untuk melindungi lingkungan.

 

Sementara itu kelompok C-2 Kedeputian Pengkajian dan Penginderaan yang diwakili oleh Dr. Andi Amir Husry, SE, M.Sc (Universitas Satyagama) memaparkan tema tentang Upaya Bela Negara Melalui Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Dalam Rangka Ketahanan Nasional.

 

Dalam paparannya Dr. Andi Amir menjelaskan bahwa akar persoalan dari menurunnya kualitas lingkungan hidup di Indonesia karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan memelihara kelestarian Lingkungan Hidup yang mencerminkan rendahnya pemahaman Bela negara. Terjadi degradasi nilai-nilai moral, dan belum oprtimalnya penerapan pendidikan karakter, serta keterbatasan kapasitas pengawasan Lingkungan Hidup. Selain itu kurangnya sosialisasi program-program yang bernuansa hijau (green industry, green construction) belum dijadikan sebagai role model dalam aktivitas ekonomi secara luas.

Kelompok terakhir dari kedeputian Sisnas yang diwakili oleh Victorio Litaay, M.Si (Han) (Palapa Stratejik) memaparkan tema Optimalisasi Pemahaman Sejarah dan Nilai-Nilai Sejarah Indonesia Guna Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Rangka Memperkokoh Ketahanan Nasional.

 

Ia memaparkan bahwa ada beberapa strategi yang dapat ditempuh untuk optimalisasi pemahaman sejarah dan nilainya yaitu : Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai sejarah dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, Melakukan perbaikan dalam penyusunan dan distribusi buku-buku sejarah bangsa, Meningkatkan perencanaan hingga pelaksanaan program-program penelitian sejarah Indonesia baik di tingkat nasional maupun lokal, serta meningkatkan penggunaan materi sejarah sebagai upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Pada Ramusmat kali ini Deputi Pengkajian dan Penginderaan Laksda TNI Teguh Prihantono, S.Sos. bertindak sebagai Moderator sementara itu Deputi Sisnas Mayjen TNI Aris Martono Haryadi bertindak sebagai penerima paparan dan diikuti oleh para peserta serta staf di lingkungan Setjen Wantannas.