Smiley face
        Sekretariat Jenderal
        Dewan Ketahanan Nasional R.I.

        www.wantannas.go.id
MENUMENU

Rio Maholtra, Anggota Paspampres yang Akan Harumkan Nama Indonesia di Asian Games 2018

Rio Maholtra, Anggota Paspampres yang Akan Harumkan Nama Indonesia di Asian Games 2018

 

Di sela – sela kesibukannya sebagai anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Rio Maholtra siap bawa nama Indonesia di ajang Asian Games. Pria yang berusia 24 tahun itu bertekad mengharumkan nama Indonesia lewat olahraga.

Anggota Paspampres gagah itu akan turun di cabang olahraga atletik. Rio akan berlomba di nomor andalannya yaitu lari gawang. Rio yang pernah memecahkan rekor nasional itu memulai karir profesional di tahun 2009. Banyak prestasi di tingkat nasional membawa Rio masuk ke pelatnas di usia 16 tahun. Sekarang Rio tengah mempersipakan diri untuk tampil di nomor andalannya 110 meter lari gawang.

 

Rio kini memegang rekor nasional dengan catatan 7,98 detik, lebih cepat dari rekor nasional sebelumnya. Catatan rekor sebelumnya yakni 8,15 detik yang juga atas nama Rio, ditorehkannya di Cina pada tahun 2014.

Berkat prestasi yang ditorehkannya, Rio mendapat tawaran menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Darat. Rio mendapat kesempatan itu ketika mengikuti PON 2012 di Riau. Saat itu Rio tengah mewakili propinsi Sumatera Selatan.

 

Rio sendiri kala itu berhasil mendapatkan medali perak. Saat beristirahat di tribun penonton, Rio dihampiri oleh anggota TNI yang kemudian menawarinya untuk bergabung dengan TNI – AD. Diketahui bahwa anggota TNI bernama Hamzah tersebut berpangkat kolonel.

 

Mendapat kesempatan emas Rio tidak menyianyiakannya. Memang cita – cita Rio sejak kecil adalah menjadi tentara. Setelah lulus dari Sekolah Olahraga Sriwijaya di Palembang, Rio kemudian mengikuti pelatihan militer selama setahun. Setelah lulus dari pendidikan militer, pria kelahiran Luhut Langkat itu ditempatkan menjadi anggota Paspampres.

Berkat bakat yang dimiliki anggotanya, Paspampres menerima surat dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Surat itu berisikan permintaan ijin agar Rio bisa berlatih bersama pelatnas. Pimpinannya pun memberikan ijin kepada Rio untuk membela negara lewat jalur olahraga.

 

Menjalani dua profesi tentu cukup berat bagi Rio. Rio cenderung menjadi seorang atlet, namun di lain kesempatan ia juga bertugas menjadi pengawal presiden. Rio pernah bertugas ke Myanmar dalam acara ASEAN Summit 2014.

 

Sumber: tempo.cobola.com