Bridge: Cabang Olahraga yang Didominasi Atlet Senior

Sumber Foto : asiangames2018.id

Bridge adalah salah satu cabang olahraga yang baru pertama kali dipertandingkan di Asian Gamse 2018. Yang menarik cabang olahraga ini adalah para atlet yang dijagokan didominasi oleh atlet-atlet senior dari sisi usia. Bahkan salah satunya adalah atlet tertua dalam Asian Games 2018, yaitu Kong Te Yang, dari Philipina, yang berusia 85 tahun. Hal ini membuktikan bahwa usia tidak menjadi halangan dalam olahraga bridge yang disebut sebagai mind game.

 

Salah satu atlet bridge Indonesia yang turun pada Asian Games 2018 adalah Michael Bambang Hartono (78 tahun). Hartono yang dikenal sebagai pengusaha sukses pemilik grup Djarum dan menjadi ketua dari South East Asia Bridge Federation adalah tokoh yang sukses me-lobby OCA untuk memasukkan bridge dalam perhelatan akbar olahraga Asia ini. Dalam wawancara dengan reuters.com, Hartono menjelaskan bahwa awalnya Presiden OCA, Sheikh Ahmed Al-Fahad Al-Ahmed Al-Sabah sempat menolak memasukkan cabang olahraga bridge dalam Asian Games karena banyak anggapan bridge dekat dengan judi. Setelah dijelaskan bahwa bridge dimainkan juga di negara yang didominasi muslim, seperti Indonesia dan memiliki jenjang kejuaraannya sendiri, maka akhirnya diterima sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

 

Selain Philipina, atlet berusia senior juga dikirimkan oleh Singapura, yaitu Lai Chun Ng yang berusia 82 tahun, diikuti Malaysia yang mengirimkan atlet bridge berusia 81 tahun, Lee Hong Fong. Olahraga bridge tidak asing di kawasan Asia Tenggara, pada Sea Games 2011 lalu olahraga ini juga dipertandingkan. Kontingen India mengirimkan Rita Choksi (79 tahun) dan Murli Deora (67 tahun) yang juga menjadi andalan negaranya.

 

Para atlet senior tersebut sangat antusias dalam membela timnya dan mengakui bahwa ikut serta dalam Asian Games adalah pengalaman yang berharga selain banyaknya pengalaman hidup yang telah mereka rasakan melalui cabang olahraga ini. International Olympic Committee (IOC) telah mengakui World Bridge Federation sebagai organisasi olahraga resmi untuk cabang olahraga bridge. Kedepannya diharapkan bridge dapat lebih popular dan menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade.