Sesjen Wantannas Lantik Pejabat Eselon II dan IV

Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo kembali melantik satu orang pejabat Eselon II serta merotasi dua orang pejabat Eselon IV di lingkungan Setjen Wantannas pada Selasa (28/08/2018) di ruang 5107 lantai 5.

 

Adapun pejabat baru yang dilantik yaitu Kolonel Inf. Made Datrawan, S.I.P. sebagai Bandep Renkon Kedeputian Polstra. Sementara itu, dua pejabat Eselon IV yakni Meylinda Rulita, S.Sos., M.Ikom. yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag  TU Kedeputian Pengkajian dan Penginderaan menempati posisi baru sebagai Kasubbag Tata Laksana Bagian Ortala Biro POK, dan Eka Rosilawati, S.Sos. menempati posisi baru sebagai Kasubbag TU Kedeputian Jiandra setelah sebelumnya mengemban tugas sebagai Kasubbag Tata Laksana Bagian Ortala Biro POK.

 

Dalam pelantikan kali ini Bandep Urusan Strategi Nasional Marsma TNI Sukur, M.Si (Han) serta Bandep Urusan Politik Nasional Brigjen Pol. Drs. Ismail Bafadal, M.H. bertindak sebagai saksi Pelantikan.

Dalam amanatnya, Sesjen menyampaikan selamat atas dilantiknya pejabat baru serta berharap bisa melakukan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya. Ia juga menyampaikan kepada pejabat dan staf yang baru saja dilantik bahwa pengangkatan personil baru dan rotasi jabatan merupakan salah satu kebutuhan dalam organisasi untuk meningkatkan kinerja serta menjaga dinamika operasional. Oleh karenanya diperlukan kapabilitas yang responsif untuk mengakomodir dinamika yang dimaksud.

 

Lebih lanjut Sesjen berpesan bahwa dinamika kondisi internal Setjen Wantannas adalah terbatasnya anggaran. Oleh karena itu Setjen Wantannas perlu fokus kepada

 

program-program prioritas. Sesjen juga menyadari tugas kedepan dan tantangan yang akan dihadapi akan semakin berat seiring dengan perkembangan situasi.

 

Diakhir amanatnya, Sesjen juga menekankan kepada para pejabat dan staf Setjen Wantannas mengenai pentingnya ketahanan pangan bagi bangsa Indonesia. Untuk itu Sesjen menghimbau khususnya kepada unit kedeputian dan staf ahli agar dalam membuat kajian lebih memfokuskan permasalahan ketahanan pangan.