Atlet Panahan Diananda Pendiam yang Suka Menyanyi

Selain jago membidik sasaran, atlet panahan Diananda Choirunisa ternyata juga hobi menyanyi. Namun, wanita 21 tahun itu juga dikenal pendiam ketika di rumah.

 

Hal itu disampaikan oleh ibunda Diananda, Ratih Widyanti (45). Menurutnya anak sulungnya itu tidak pernah neko-neko sejak kecil.

 

“Pendiam, biasa gitu. Suka nyanyi dia. Ada ruangan khusus (di rumah), papanya buat. Nyanyinya bareng-bareng kalau malam kan kami suka kumpul keluarga, ” kata Ratih ketika ditemui di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

 

Ratih sengaja datang bersama suaminya, Zainuddin (49) untuk memberikan dukungan kepada Diananda saat menjalani partai final cabang olahraga panahan nomor recurve tunggal putri Asian Games 2018 melawan pemanah China, Xinyan Zhang.

 

Sebelum bertanding, Ratih sempat memberi pelukan kepada Diananda sembari memberi nasehat agar tetap fokus pada bidikan sendiri dan tidak usah memikirkan hasil dari lawan.

“Semalam cuma telepon aja. Dia anaknya suka curhat terbuka sama saya dan Papanya. Dia bilang gak bisa tidur ‘Mam kok gak bisa tidur ya’ telepon jam 9 malam. Biasanya jam 8 atau jam 8.30 abis Shalat Isya tidur,” ujar Ratih.

 

Dalam partai final ini, Diananda kalah dari Xinyan Zhang dengan skor akhir 7-3 dan harus puas dengan medali perak. Meski sempat kecewa, namun Ratih berusaha tetap memberikan semangat kepada Diananda.

 

Gadis kelahiran Surabaya, Jawa Timur itu sempat menangis di pelukan ibunya karena kecewa ketika tidak bisa meraih medali emas. “Sebenarnya gak puas, bayangan kita emas tapi ya sudah lah. Anaknya tadi kecewa belum bisa memberikan emas untuk Indonesia. Tapi Alhamdulillah ini yang terbaik. ‘Maaf ma gak bisa dapat emas’ ‘gak papa yang penting sudah berusaha’,” kata Ratih.

 

Diananda adalah anak sulung dari tiga saudara, adiknya yakni Dian Nugroho Putra yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Diandra Aksia Raisa. Diananda bisa terjun ke panahan mengikuti jejak Ratih yang merupakan atlet panahan. Sementara sang ayah, Zainuddin adalah atlet silat.

 

“Kelas 2 SD masih main latihan saya biarkan sampai dia senang. Dia gak pernah bilang capek, bosan. Sekolah biasa aja kayak anak lainnya. SD kelas IV sudah juara 6 emas 1 perak,” beber Ratih.

 

Namun, kata Ratih, ada satu momen yang sempat membuat Diananda kehilangan percaya diri. Waktu mengikuti perlombaan tingkat Sekolah Dasar di Blitar, Jawa Timur ada salah paham nama pemenang.

 

“Pernah bertanding kalah. Namanya lain, Diananda Choirunisa dan Diandra Choirunisa. Dia (Diananda) naik podium ternyata keliru. Dia nangis, dia turun ‘ma aku malu’,” kenang Ratih sembari tertawa.

 

Dalam waktu dekat Ratih akan mengajak Diananda dan seluruh anggota keluarganya berlibur untuk mengembalikan semangat Diananda. Pasalnya, sejumlah pertandingan akan menantinya usai Asian Games 2018.

 

Sumber : poskotanews.com