Setjen Wantannas Gagas Program Holistik Papua

Senin (03/09/18) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional mengundang para pejabat daerah serta tokoh asal Papua serta pejabat dari kementerian serta TNI dan pengusaha guna membahas program Holistic Papua yang bertempat di ruang situation room Setjen Wantannas Jl. Medan Merdeka Barat No.15 Jakarta Pusat.

 

Mengawali sambutannya, Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah bersedia hadir dalam acara tersebut. Sesjen juga mengapresiasi prestasi atlet dayung asal Papua yang berhasil mempersembahkan 1 medali emas, 5 perak dan empat perunggu untuk kontingen Asian Games Indonesia.

 

Dalam paparannya, Sesjen mengatakan bahwa saat ini perdagangan rempah-rempah dunia mencapai 50 US$, salah satu produk rempah-rempah yang ada di Indonesia banyak ditemukan di daerah Maluku dan Papua. Kayu Masoya merupakan salah satu komoditi yang dicari di pasar rempah dunia yang merupakan salah satu bahan baku parfum termahal dunia dengan merk Hermes. Kayu ini di Papua disebut dengan kayu Masoi dan banyak dari masyarkat Papua tidak mengetahui kegunaan kayu tersebut.

Sesjen berharap ke depan, Papua bisa menjadi salah satu penghasil rempah terbesar di Indonesia yang bisa menyumbang devisa untuk kesejahteraan masyarakatnya. Sehingga Sesjen mengharapkan masukan-masukan terkait pengembangan potensi kekayaan alam Papua agar nantinya bisa dibuatkan sebuah sistem terpadu antara tokoh-tokoh masyarakat, pemerintah, dan pengusaha untuk mengolah kekayaan alam Papua.

 

Sesjen juga mengharapkan agar kondisi ekosistem yang ada di wilayah daratan Papua harus benar-benar dijaga, apabila keadaan ekosistem di darat rusak maka akan mengakibatkan kerusakan ekosistem di laut. Hal ini dikarenakan sebagian besar kekayaan laut Indonesia sebagian besar berasal dari wilayah Indonesia Timur. 

 

Sementara itu mantan misionaris Papua Indonesia Pollycarpus mengatakan, berdasarkan pengalamannya di pedalaman Papua ia mengamati langsung bahwa masyarakat Papua di wilayah pegunungan sangat membutuhkan gizi yang cukup seperti dari perikanan dan peternakan. Ia mencontohkan bahwa harga ikan Mujair di pegunungan Papua bisa mencapai harga Rp. 90.000, ia menyarankan agar pemerintah mengembangkan sektor perikanan darat dan peternakan sapi untuk memenuhi protein hewani yang sangat dibutuhkan masyarakat di sana.

Sementara itu Aster Kodam XVII Cenderawasih Kol. Inf. Mochammad Andi menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan mengenai program-progam emas biru dan emas hijau. Dari data yang dihimpun, baru sedikit kopi yang ada di Papua. Sementara untuk masalah perikanan yang masih perlu dikembangkan adalah di wilayah Merauke.

 

Pada pertemuan tersebut, selain dihadiri oleh undangan dari luar turut hadir pula para Deputi, Staf Ahli, Bandep serta para Kepala Biro Setjen Wantannas.