Melalui Program Holistik Papua, Sesjen Wantannas Inginkan Papua Jadi Produsen Sagu Terbesar Dunia

wantannas.go.id – Dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Papua dan Papua Barat, Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo beserta seluruh rombongan dari Jakarta mengawali kunjungannya ke Kota Jayapura pada Senin (24/09/18). Gubernur Papua Lukas Enembe beserta Sekda Papua Hery Dosinaen menerima langsung rombongan Setjen Wantannas di Kantor Gubernur Papua. Tim Setjen Wantannas terdiri dari beberapa perwakilan Kementerian dan Lembaga, pengusaha, akademisi, serta para praktisi.

 

Dalam pertemuan tersebut, Sesjen memaparkan tentang potensi Provinsi Papua yang sangat kaya akan potensi sumber daya alam dan sangat potensial untuk dikembangkan guna mensejahterakan masyarakat Papua.

 

Sesjen mengatakan, potensi sagu yang menjadi makanan pokok masyarakat Papua dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku mie instan menggantikan tepung biasa dengan citarasa yang tidak kalah lezatnya. Lebih dari 90 persen produksi sagu di dunia terdapat di Indonesia, dari jumlah tersebut 85 persennya ada di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Selain sagu, kopi juga merupakan komoditi unggulan Papua yang terkenal dengan aroma khasnya. Bahkan, di era kolonial Belanda,  Ratu Wilhelmina sampai terpikat dengan aroma khas kopi papua ini.

 

Dari fakta tersebut, pemerintah bisa melihat peluang tersebut untuk menjadikan Papua dan Papua Barat sebagai penghasil sagu terbesar di dunia dengan memanfaatkan potensi sagu dengan cara-cara profesional dan modern, kata Sesjen dihadapan Gubernur Papua.

 

Pada kesempatan itu Gubernur Papua menyampaikan bahwa potensi Papua yang kaya akan sumber daya alam, akan dibarengi dengan penyiapan sumber daya manusia agar pemanfaatan kekayaan alam tersebut bisa dikelola dengan baik dan berkelanjutan. Dirinya akan menindaklanjuti hasil diskusi tersebut dan berkoordinasi dengan para Bupati/Walikota di Papua terkait program Holistik Papua yang dipelopori oleh Setjen Wantannas.

 

Usai pertemuan dengan Gubernur Papua, Sesjen melanjutkan kegiatan tatap muka dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat serta beberapa pelaku usaha setempat.

“Saya telah melaksanakan Program Emas Biru dan Emas Hijau di Maluku dan Maluku Utara yang kiranya dapat menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia, salah satunya Papua karena dari sisi keunggulan potensi memiliki kesamaan.  Kalau di Papua saya namakan Program Holistik ini adalah PAPUA ASASI yaitu Papua Adil, Setara dan Sejahtera dalam Bingkai NKRI” ujar Sesjen kepada para hadirin.

 

Sebagai penutup pertemuan, Sesjen memaparkan Program Holistik yang akan dilaksanakan di Papua. Selain sektor pertambangan, Papua menyimpan potensi besar lainnya yaitu pertanian, perkebunan, perhutanan, peternakan serta perikanan yang selama ini belum teroptimalkan. Sesjen berharap eksploitasi sumber daya alam di Papua harus mengedepankan aspek lingkungan, bukan hanya mengejar keuntungan dengan mengabaikan kelestarian lingkungan.