Optimalisasi Sektor Migas dan E-Commerce Jadi Perhatian Pada Rapat Perumusan Materi

Pada Selasa (2/10/18) Setjen Wantannas menyelenggarakan Rapat Kelompok Kerja Khusus (Pokjasus) yang bertempat di Kantor Setjen Wantannas, Jalan Medan Merdeka Barat No.15. Rapat ini digelar selama 3 hari sampai kamis (4/10/18). Adapun di hari ketiga, rapat tersebut diistilahkan dengan Rapat Perumusan Materi (Ramusmat), dimana sebagian tema akan dipaparkan sekaligus didiskusikan bersama para Narasumber. Berikut secara singkat gambarannya :

 

Kelompok pertama dari kedeputian Sistem Nasionalr dengan tema Antisipasi dan Solusi Migrasi Perdagangan Konvensional Ke E-Commerce Dalam Rangka Menguatkan Ekonomi Berbasis Digital dipaparkan oleh Dr. Sofian Lusa. Mengawali paparannya Ketua Indonesia E-Commerce Association ini mengungkapkan, bahwa sektor perdagangan dan jasa melalui E-Commerce saat ini berkembang pesat di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan E-Commerce tertinggi di dunia.

 

Namun beberapa hambatan dalam pengembangan sektor E-Commerce ini antara lain belum berpihaknya regulasi secara spesifik untuk  pertumbuhan E-Commerce, belum tersedianya dan tertatanya infrastruktur dan logistik secara optimal, serta kesiapan UMKM dalam menghadapi E-Commerce yang masih rendah.

 

Sementara itu Ir. Susilo Siswo Utomo memaparkan materi dengan tema Antisipasi dan Solusi Berakhirnya Masa Kontrak Perusahaan Migas Guna Menjaga Ketahanan Energi Dalam Rangka Ketahanan Nasional. Mantan Wakil Menteri ESDM ini menyatakan bahwa regulasi tentang Migas harus menciptakan kepastian hukum, konsisten dan harus segera diselesaikan. Pemerintah juga perlu meningkatkan kemampuan BUMN dan  melanjutkan produksi eks kontraktor asing dalam pengelolaan Migas.

Tema ketiga yaitu Pengembangan Kerja Sama Indo-Pasifik Untuk Mendukung Pencapaian Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia, dipaparkan oleh Dr. Ir. Abdul Rivai Ras. Menurut Pengajar Keamanan Maritim UNHAN ini, Indonesia perlu meningkatkan kesamaan pemahaman menyangkut keamanan maritim dan penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kawasan Indo-Pasifik. Hal ini sebagai upaya untuk mendukung tercapainya Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

 

Sedangkan pemapar terakhir Kolonel Arh. Dr. Budi Pramono, S.IP, M.M., M.A. yang memaparkan tema berjudul Pengembangan Komoditi Kelapa Guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Ekonomi Nasional Dalam Rangka Ketahanan Nasional. Produk kelapa jika diolah lebih lanjut dapat mencapai lebih dari 1.600 produk turunannya. Diperkirakan potensial pendapatan mencapai Rp 4.000 Triliun per tahun dengan penyerapan tenaga kerja kurang lebih dari 25 juta tenaga kerja dari hulu hingga hilir.

 

Rapat Pokjasus dan Ramusmat ini merupakan kegiatan Setjen Wantannas yang terkahir di tahun 2018. Sebagai tindak lanjut secara keseluruhan, output yang dihasilkan dari semua kegiatan rapat ini akan dijadikan sebagai rekomendasi atau saran tindak kepada Presiden dalam mengambil kebijakan terhadap suatu permasalahan.