Sesjen Wantannas Paparkan Program Holistik Papua Kepada Ketua KSP

Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo beserta tim emas hijau yang terdiri dari beberapa perwakilan Kementerian dan Lembaga, pengusaha, akademisi, serta para praktisi mengunjungi kantor Kepala Staf Presiden Jl. Veteran III Jakarta pada Kamis 04/10.

 

Rombongan Setjen Wantannas diterima langsung oleh kepala staf presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan Deputi V Jaleswari Pramordhawardani serta jajaran lainnya.

 

Kunjungan tersebut dalam rangka memaparkan program Holistik Papua serta hasil kunjungan ke Papua dalam rangka mencari potensi emas hijau yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

 

Sesjen Wantannas menjelaskan bahwa potensi sagu Indonesia bisa dimanfaatkan menjadi komoditi kelas dunia apabila diolah dengan cara profesional dan kekinian. Apalagi indonesia saat ini menjadi salah satu penghasil sagu terbesar di dunia. Lebih dari 90 persen produksi sagu di dunia terdapat di Indonesia, dari jumlah tersebut 85 persennya ada di Provinsi Papua dan Papua Barat.

 

Selain menjadi makanan pokok, sagu juga bisa dibuat menjadi berbagai macam olahan makanan yang akan bernilai tinggi apabila dikemas dan dibranding dengan cara yang kreatif.

Selain sagu, papua juga memiliki kopi sebagai tanaman unggulan. Kopi papua ini terkenal dengan aroma khasnya yang unik. Berdasarkan data dari PT Kapal Api, Indonesia masih kekurangan stok kopi, dan sampai saat ini masih harus mengimpor dari luar negeri.

 

Sementara itu Ketua KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyambut baik program holistik Papua yang dipelopori oleh Setjen Wantannas ini. Ia mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia kekurangan petani-petani muda yang siap terjun ke sektor perkebunan dan pertanian.

 

Moeldoko berpesan kepada Setjen Wantannas agar program ini diteruskan namun dibuat lebih kekinian dengan mengikutsertakan generasi muda untuk mengelolanya. Ia juga berharap agar produk-produk olahan yang dihasilkan bisa dibranding dengan baik agar harganya bisa bersaing di pasar internasional.