Bangkit Usai Kaki Diamputasi, Jendi Panggabean Raih Medali di Asian Para Games 2018

Jendi Panggabean perenang Indonesia saat beraksi pada kualifikasi cabang renang nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S9 Asian Para Games 2018 di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (8/10/2018). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Liputan6.com, Jakarta – Anda yang sering melewati Jalan Sudirman-Thamrin pasti pernah melihat plang promosi Asian Para Games 2018 yang diletakkan di jembatan penyeberangan. Seorang perenang berkaki satu berdiri tegap dengan kacamata dan kacamata renang berpose pada plang itu.

 

Dia adalah Jendi Panggabean Akmal. Lelaki kelahiran Sugih Waras, Pemalang, Jawa Tengah pada 10 Juni 1991 itu berhasil membuktikan prestasinya dengan meraih medali perunggu dalam pentas Asian Para Games 2018. Ia bersyukur bisa meraih medali perunggu pada nomor gaya bebas 100 meter S9.

 

Jendi Panggabean berhasil mencatatkan waktu 1 menit 1,31 detik. Ia kalah cepat dari duo Jepang, Yamada Takuro yang meraih medali emas, dan Kubo Daiki yang meraih perak.

 

Sebelum menapaki jalan sebagai atlet renang, Jendi kecil tumbuh di sebuah desa terpencil di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Berenang di sungai menjadi hal yang paling sering dilakukannya bersama teman-temannya usai pulang sekolah. 

 

Menginjak usia 11 tahun, ia mengalami kecelakaan sepeda motor hingga kaki kirinya harus diamputasi. Jendi sempat tak berpikir menjadi anak difabel. Ia sempat tak percaya diri dengan kondisinya itu.

 

Namun, Jendi Panggabean bangkit setelah termotivasi orang-orang sekitarnya untuk memberikan yang terbaik. Tak hanya untuk dirinya, tapi juga orang-orang sekitar, dan kini menjadi atlet renang terkenal.

 

Jadi Atlet Renang

Jendi Panggabean perenang Indonesia saat beraksi pada kualifikasi cabang renang nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S9 Asian Para Games 2018 di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (8/10/2018). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Meski kehilangan kaki kiri, kemampuan renang Jendi Panggabean tak diragukan lagi. Kemampuannya itu yang kemudian membuat dirinya menjadi perenang pada 2009.

 

Ia ikut renang remaja, meski belum mendapat medali. Nasib baik berpihak pada Jendi dengan mengikuti ajang Asean Para Games 2013 di Myanmar. Ia bahkan mencetak hattrick tiga medali emas pada ajang Peparnas 2016.

 

Jendi kembali berprestasi di tingkat regional dengan meraih medali emas pada ajang SEA Games 2017 di Malaysia. Kini, ia membanggakan Indonesia dengan meraih medali perunggu dalam Asian Para Games 2018.

 

Sumber : liputan6.com