Kiprah Suporter Tuna Netra di Asian Para Games 2018: Nikmati Lomba Renang Lewat Bisikan

Syuci Indriani perenang Indonesia berhasil meraih medali emas di nomor 100 meter gaya dada klasifikasi SB14 pada Asian Para Games 2018, Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (8/10/2018). (Bola.com)

Jakarta – Para renang sejauh ini menjadi salah satu cabang olahraga paling fovorit bagi para penonton Asian Para Games 2018. Ini terlihat dari jumlah penonton yang memadati Gelora Bung Karno (GBK), Aquatic Center, Senayan, sejak hari pertama pesta olahraga akbar ini berlangsung. 

 

Dukungan tidak hanya datang dari warga yang memiliki tubuh normal. Penyandang disabilitas netra juga ikut memberikan dukungan bagi atlet-atlet yang bertanding. Mereka bahagia dan ikut termotivasi melihat atlet-atlet penyandang disabilitas bertanding. 

 

Meski tidak bisa melihat, para penyandang disabilitas tuna netra tetap antusias mengikuti jalannya lomba. Mereka terbantu dengan kehadiran para pendamping yang dengan setia menjadi pembisik tentang situasi terkini di Aquatic Center, dan mengenai jalannya lomba.

 

“Kami menjelaskan ke anak-anak, contohnya mengenai jumlah yang datang dan yang ikut pertandingan itu misalkan 5 orang. Mereka datang dari mana saja. Kita kasih tahu juga posisi mereka,” ujar Agatha Christie, salah seorang pendamping kepada Bola.com.

 

Agatha berasal dari Yayasan Elsafan. Mereka membawa 10 penyandang disabilitas tuna netra ke Aquatic Center, Selasa (8/10/2018). “Tunjuannya agar mereka termotivasi untuk bisa menjadi atlet juga dan jangan patah semangat dan selalu terus berusaha,” katanya.

 

Robin Aritonang, salah seorang penyandang disabilitas netra yang ikut dalam kegiatan ini mengaku sangat senang bisa hadir di Aquatic Center. Penampilan atlet-atlet penyandang disabilitas lainnya di kolam renang membuatnya bahagia.

 

Sumber : liputan6.com