Setjen Wantannas Soroti Kondisi DAS Bengawan Solo

Dalam rangka mengumpulkan informasi terkait permasalahan lingkungan hidup dan pariwisata, tim dari Kedeputian Pengembangan Setjen Wantannas melakukan Kajian Daerah (Kajida) ke Provinsi Jawa Tengah dengan tujuan utama Kota Surakarta, Salatiga dan Kabupaten Semarang yang dimulai pada hari Senin (08/10/18).

 

Tim Kajida dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Marsda TNI Emir Panji Dermawan, S.Sos selaku Penanggung Jawab, Bandep Urs. Sosbud Brigjen TNI Syachriyal E. Siregar, SE   selaku Ketua Tim,  Anjak Bid. Bangdik Kolonel Arm Ganef Suwondo, S.IP, Anjak Bid. Kesos Kolonel Sus. Drs. H. Nurofik, serta Anjak Bid. Milkepol Kolonel Inf. Joko Setyo Putro. 

 

Adapun beberapa permasalahan yang menjadi sorotan dalam Kajida kali ini yakni permasalahan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo yang saat ini telah berada pada tingkat kerusakan dan pencemaran yang tinggi, pengelolaan Rawa Pening yang belum maksimal karena perlu adanya  aturan dan perundang-undangan yang harus dievaluasi kembali, serta belum adanya Rencana Tata Ruang (RTR) dan  kerjasama antar pemerintah daerah yang teraliri Bengawan Solo.

 

Usai bertemu dengan Walikota Surakarta, tim Kajida melanjutkan kunjungan ke Balai Besar DAS Bengawan Solo.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. Manu memberikan apresiasi positif atas kunjungan Tim Setjen Wantannas. Ia sekaligus memberikan gambaran tentang Pengelolaan Sumber Daya Air di wilayah Sungai Bengawan Solo.

 

Pertemuan dilanjutkan dengan pemaparan kondisi dan permasalahan pengelolaan DAS Solo yang disampaikan oleh Ir. Suratman M.Si selaku Kepala Balai Pengeloaan DAS dan Hutan Lindung Solo yang dilanjutkan dengan diskusi. Proyek Pekerjaan Penanganan Banjir Surakarta Paket 3 di Bendung Karet Tirtonadi menjadi objek kunjungan selanjutnya.

 

Diharapkan saran tindak dan rekomendasi dari Tim Kajida Setjen Wantannas nantinya  bisa menjadi bahan evaluasi dan perbaikan pengelolaan Sumber Daya Air dan Daeran Aliran Sungai.