Pencemaran Timbal di Kabupaten Bogor dan Tangerang Jadi Perhatian Serius Setjen Wantannas

Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo mengadakan rapat koordinasi terkait “Kerusakan Lingkungan di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang oleh Timbal yang Telah Mencemari Udara, Tanah Dan Darah”, pada Selasa, (16/10/18) bertempat di kantor Setjen Wantannas Jl. Merdeka Barat 15 Jakarta Pusat. Sesjen memanggil berbagai pihak terkait guna mendengarkan penjelasan langsung serta mencari langkah yang tepat guna mengatasi kerusakan lingkungan tersebut.

 

Di sebagian wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang terdapat konsentrasi timbal yang melebihi ambang batas. Konsentrasi yang berlebih ini dianggap membahayakan bagi manusia karena sejumlah efek yang ditemukan. Polusi timbal ini bersumber dari praktik peleburan aki bekas di wilayah-wilayah itu.

 

Salah satu wilayah dengan konsentrasi timbal tertinggi di tanah dan darah warga terdapat di Desa Cinangka, Bogor. Anak-anak di wilayah ini bahkan menunjukkan indikasi adanya keracunan timbal, yaitu kecacatan fisik dan mental yang mereka alami.

 

Menurut penelitian yang telah dilakukan, kadar timbal di dalam tanah di daerah tersebut melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh WHO, disamping itu kadar timbal di dalam darah masyarakat disekitar lokasi tersebut juga telah melebihi standar yang ditetapkan.

 

Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Penegakan, KLHK, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, KLHK, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK, Prof. drh. Wiku Adisasmito, MSc., Ph.D., Universitas Indonesia, Danrem 061/Surya Kancana, Danrem 052/Wijaya Krama, Een Erawan Putera, serta Dr. Yosep Frederick William dari Medicuss Fondation.