Kesadaran Dan Partisipasi Masyarakat Sangat Penting Untuk Menjaga Kelestarian Hulu Citarum

Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo mengunjungi posko pembibitan satgas Citarum Harum yang berada di Desa Taruma Jaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung Jawa Barat Jum’at (19/10/18).

 

Dalam kesempatan tersebut, Sesjen Wantannas didampingi Aster Kodam III Siliwangi Kolonel Adri Kusdianto, Dansektor Pembibitan Letkol Choirul Anam, penanggungjawab pembibitan Yuhan Subrata dari paguyuban Budiasih, perwakilan Artha Graha Peduli, Muspika Setempat serta tim dari Setjen Wantannas.

 

Kegiatan pembibitan yang dilakukan saat ini mengalami peningkatan yang signifikan. Sesjen Wantannas sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa semua pihak baik itu pemerintah, swasta, akademisi maupun masyarakat bersatu serta bekerja sama untuk mengelola dan menata Citarum serta menyelamatkannya dari kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini.

 

Sesjen juga menilai kegiatan perkebunan yang ada di bukit sepanjang hulu Citarum harus memperhatikan lingkungan. Dalam hal ini kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat penting, tanaman yang ditanam di wilayah hulu sungai harus memiliki nilai ekonomis dan konservasi terhadap kelestarian hulu sungai Citarum. Hal tersebut juga dapat mengurangi erosi serta sedimentasi terhadap sungai Citarum.

 

Kebun pembibitan hulu DAS Citarum yang dimulai sejak bulan Januari 2018 tersebut merupakan kerja sama antara Kodam III Siliwangi dan paguyuban Budiasi. Berbagai jenis kayu endemik setempat seperti Rasamala puspa, saninten, kisireum, kayuputih, kibadak, tarung, suren putih, suren merah, manglid, mahoni, salam, mani’i dan kina  dibudidayakan, dan hingga saat ini telah tersedia sebanyak 1,2 Juta bibit yang siap disebar.

 

Selain kayu, beberapa jenis bibit buah juga ikut dibudidayakan. Santolo, alpukat, sirsak, rambutan, jambu biji, mangga, huni, kopi, jeruk, dan jenis lainnya. Bibit buah tersebut akan ditanam saat musim penghujan tiba.

 

Masyarakat optimis dengan adanya kebun pembibitan tersebut. Hal ini terlihat dengan banyaknya masyarakat yang ikut andil dan turun langsung dalam kegiatan pembibitan yang sedang dilaksanakan.

 

Dengan adanya kebun pembibitan di hulu DAS citarum, masyarakat optimis dan antusias dalam mendukung program tersebut akan berhasil, ini terlihat dengan banyaknya masyarakat yang berpartisipasi dan terlibat secara langsung dalam kegiatan pembibitan yang dilaksanakan.

 

Sesjen Wantannas juga menyempatkan diri mengunjungi pusat pembibitan yang dilaksanakan oleh Artha Graha melalui program Artha Graha Peduli (AGP).

 

AGP Citarum Lestari berperan untuk menanam kembali pohon-pohon hutan yang berjenis tanaman keras dan kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis “Agroforestry”. AGP Citarum Lestari membuka satu lahan pembibitan untuk program perbanyakan pohon keras dan tanaman-tanaman komoditas yang bernilai ekonomis sebagai salah satu alternatif untuk masyarakat kawasan hulu Citarum.

 

Hingga kini, ada 24 jenis Bibit tanaman yang dibudidayakan pada kawasan pembibitan AGP antara lain Suren, mahoni, albasia, manii, eucalyptus, lada, damar, kisireum, jati putih, bungur, tarum, mindi, alpukat, nangka, cempedak, sukun, matoa, buni, jengkol, kopi, jambu biji, rumput akar Wangi, trembesi dan bambu.  Stok bibit awalnya mencapai 51.128 pohon.