Program Holistik Papua, Wujud Sinergitas Setjen Wantannas dan Institut Pertanian Bogor (IPB)

Letjen TNI Doni Monardo beserta tim emas biru dan emas hijau Setjen Wantannas melakukan pertemuan dengan Dewan Guru Besar (DGB) Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk membahas kerjasama serta peran IPB dan Setjen Wantannas dalam percepatan pembangunan di wilayah Papua dan Papua Barat. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang sidang Majelis Wali Amanah kampus IPB Baranangsiang Bogor.

Dalam pertemuan tersebut, Sesjen Wantannas memaparkan tentang upaya percepatan pembangunan di wilayah Papua dan Papua Barat harus mengedepankan pendekatan kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan potensi alam yang sangat kaya, Papua dan Papua Barat bisa menjadi salah satu provinsi terkaya di Indonesia, apabila pengolahan sumber daya alam tersebut didukung dengan teknologi.

Sesjen mengungkapkan bahwa program Holistik Papua yang mengusung tema Papua ASASI merupakan salah satu bagian dari upaya bela negara dengan pendekatan kesejahteraan masyarakat. “Dalam situasi dan kondisi saat ini, kita bukan lagi berperang dengan memanggul senjata, namun saat ini yang terjadi di seluruh dunia ialah perang dagang”, ujar Sesjen Wantannas.


Sesjen berharap agar pengelolaan sumber daya alam di papua dapat melibatkan para akademisi, perguruan tinggi, serta pelaku industri agar manfaat dan hasilnya bisa lebih maksimal. Ia menginginkan agar IPB dan Setjen Wantannas bisa saling bersinergi dalam melakukan kajian dan bisa memberikan masukan kepada pemerintah dengan menyertakan data-data penelitian yang valid.

Potensi Sagu, Kopi, Matoa, Buah Merah, ikan gabus, lobster, peternakan sapi dan babi serta berbagai potensi alam lainnya harus dimaksimalkan pemanfaatannya untuk kesejahteraan masyarakat papua. Sehingga kedepan tidak akan ada lagi isu-isu separatis yang menuntut kemerdekaan apabila rakyat Papua sejahtera, lanjut Sesjen.

Prof. Dr. Ir. Dietriecht G. Bengen, DEA, guru besar IPB bidang Ekosistem Pesisir dan Laut menyambut baik pertemuan dengan Setjen Wantannas. Ia menyampaikan bahwa ada beberapa program yang diusulkan sebagai bentuk pengembangan agropolitan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan berkelanjutan lingkungan di wilayah Papua dan Papua Barat seperti pertanian, perkebunan, peternakan, minawisata bahari, energi listrik berbasis energi baru dan terbarukan, serta penurunan stunting.


Sementara itu Rektor IPB Dr. Arif Satria SP, M.Si mengaku sangat terkesan dengan program holistik papua yang saat ini, yang telah diinisiasi oleh Letjen TNI Doni Monardo. Menurutnya, setiap perguruan tinggi harus ikut serta mengembangkan potensi yang ada di tiap-tiap daerah dengan penelitian berbasis kebutuhan. Indonesia harus menjadi negara yang bisa memanfaatkan setiap potensi kekayaan alam yang dimiliki. Pengembangan produk unggulan berbasis inovasi menjadi sangat penting untuk bisa bersaing dengan negara lain.

Dalam rapat tersebut hadir ketua Dewan Guru Besar IPB Prof Muh. Yusram Massijaya yang bertindak sebagai pimpinan rapat, didampingi Sekretaris Prof. Evy Damayanti serta Rektor IPB Dr. Arif Satria dan beberapa anggota DGB IPB lainnya yakni Prof. Dietrich Bengen, Prof. Bintoro, Prof. Bambang purwantara, Prof. Sri Purwaningsih, Prof. Agus Setiadi, Prof. Irawadi Jamaran, Prof. Tun Teja , Dr. Prayogo, Dr. Sudrajat . (www.wantannas.go.id)