Setjen Wantannas Tekankan Bahwa Bela Negara Untuk Kemakmuran Rakyat Indonesia

Setjen Wantannas menyelenggarakan Rapat Kerja Bela Negara di Hotel Seruni, Cisarua Bogor, Selasa (30/10/2018) dengan tema kegiatan Penyempurnaan Buku Modul Utama Pembinaan Bela Negara. Pada kesempatan itu, Sesjen Wantanna Letjen TNI Doni Monardo memberikan arahan kepada peserta Rapat Kerja agar penyempurnaan modul utama bela negara ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan para narasumber dapat memberikan sumbang saran pemikiraannya untuk kesempurnaan modul ini agar menjadi modul yang aplikatif serta implementatif dalam rangkaian pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Bela Negara.

 

Doni Monardo dalam kesempatan itu menyampaikan pembicaraan Presiden RI Joko Widodo kepadanya, bahwa bela negara harus aplikatif. Sehingga apa yang tertera di dalam modul utama ini dapat dijadikan acuan oleh K/L dalam menyusun modul teknis sesuai dengan karateristik masing-masing K/L tersebut. Namun, yang terpenting dari program ini adalah bela negara ditujukan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

 

Di hadapan para peserta dan narasumber, Sesjen Wantannas mengatakan bahwa metode pelaksanaan program bela negara harus dilakukan dengan metode pentahelix dimana akademisi, pengusaha, pemerintah, komuitasdan media turut berperan dalam setiap aksi-aksi bela negara. Metode pentahelix diyakini dapat mendorong semua elemen bangsa bersatu dalam melakukan bela negara terhadap semua bentuk yang akan mengganggu kepentingan nasional.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari tim perumus, Haryo B Rachmadi memaparkan tentang pokok-pokok pembahasan peyempurnaan buku modul utama ini. Haryo mengatakan, tataran implementasi bela negara dilakukan dengan semangat mewujudkan Negara yang berdaulat, adil, dan makmur yang dilakukan dengan 3 aksi yaitu pokok-pokok penerjemahan modul khusus dan program aksi, contoh aksi bela Negara dengan metode pentahelix, simulasi aksi.

 

Di akhir acara, Doni Monardo mengusulkan agar dilakukan pengelompokan modul yaitu dimana modul kedua sampai kelima digabung menjadi menjadi satu modul yaitu Modul Nilai-nilai Dasar Bela Negara dan modul lainnya berdasarkan delapan gatra yang ada. Hal ini tentu saja menjadi tantangan baru bagi para peserta rapat dalam merumuskan modul tersebut.

 

Ditegaskan pula oleh Doni Monardo, hasil akhir dari peyempurnaan modul ini adalah sebuah kesepakaan bersama antara narasumber dan Setjen Wantannas.

 

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Satuan Tugas Bela Negara Mayjen TNI Toto Siswanto, S.IP, MM dan Wakilnya Mayjen TNI Hatta, para Deputi, Bandep, dan Anjak di lingkungan Setjen Wantannas. (www.wantannas.go.id)