Dalam Pertemuan Dengan Mahasiswa UI, Sesjen Wantannas Tegaskan Bahwa Ekosistem Adalah Faktor Utama Dalam Kehidupan

Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo melakukan lawatan ke Perguruan Tinggi Negeri guna mendiseminasikan tentang lingkungan hidup. Kali ini, Universitas Indonesia (UI) menjadi obyek tujuan. Doni Monardo beserta rombongan bertolak dari Kantor Setjen Wantannas pada pukul 09.00 WIB menuju Ballroom UI, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (1/11/2018).

 

Dalam paparannya tentang lingkungan hidup, Doni Monardo mengangkat tema Melindungi Ekosistem dan Kelanjutan Energi Berkelanjutan. Ekosistem yang dimaksud di sini, lebih difokuskan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) dan hutan di Indonesia.

 

“Kami belum lama ini membahas mengenai ekokrasi dan reforestasi. Kenapa harus membahas ekosistem? Karena ekosistem atau lingkungan menjadi faktor utama dalam kehidupan,” ujar Doni Monardo.

 

Doni Monardo pun menyinggung bahwa kondisi lingkungan di Pulau Jawa saat ini sudah sangat parah. “Kondisi sungai di Indonesia hampir seluruhnya atau 98% dengan status tercemar. Sedangkan sisanya yaitu 2% hanya mampu memenuhi baku mutu air dengan kualitas nomor 2 saja,’ ujarnya lagi.

Peningkatan jumlah DAS yang kritis dalam lonjakan 10 tahun semakin tajam. Dimulai pada 1970 sebanyak 22 DAS, 1980 36 DAS, 1999 ada 60 DAS, hingga tahun 2005 sebanyak 282 DAS dalam kondisi kritis. Hanya sebagian di Pulau Papua dan Kalimantan saja yang masih dalam kondisi baik. Hal ini bisa terjadi tidak lain disebabkan adanya campur tangan manusia yang tak terkendali. Terlebih pada era tahun setelah reformasi banyak sekali lahan yang terkikis untuk pembangunan ataupun pengembangan perkebunan dengan pembukaan lahan yang tak terkendali. Akibatnya hingga tahun 2018 ini total lahan kritis di Indonesia mencapai 14 juta Ha.

 

Pada waktu yang sama, Doni Monardo menyinggung mengenai energi terbarukan. Ia menyebut sagu sebagai tanaman potensial. “Potensi sagu sebagai sumber bahan pangan dan bahan industri sudah disadari sejak tahun 1970-an. Sagu sendiri merupakan tanaman asli Indonesia dengan jumlah mencapai 5,5 juta hektar,” jelas Doni Monardo.

 

Selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan, sagu diketahui memiliki sifat energi terbarukan. Dari sagu bisa dihasilkan Bio-etanol. Bio-etanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan tumbuhan) di samping Biodiesel. Bio-etanol banyak digunakan sebagai campuran premium karena tidak mengandung timbal dan tidak menghasilkan emisi hidrokarbon sehingga ramah lingkungan. Perkebunan sagu yang diusahakan dengan baik, dapat menghasilkan pati kering sebanyak 25 t/ha/tahun, setara dengan 15 kiloliter etanol.

Menurut penelitian, Bio-etanol bersumber dari karbohidrat. Adapun tanaman lain yang potensial untuk diubah menjadi bahan baku energi terbarukan yaitu sorgum, jagung, ubi, dan tebu. Oleh karenanya, Doni Monardo berharap UI bisa berkolabiorasi dengan pihak swasta dalam melakukan penelitian dan pengembangan terhadap tanaman-tanaman tersebut.

 

Forum pertemuan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa ‘Yellow Jacket’, selain diisi dengan paparan tentang lingkungan hidup, juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo selaku narasumber, didampingi oleh para Deputi, Staf Ahli Bidang Iptek, Kepala Biro Umum, Kepala Biro PSP, dan Anjak Bid. Renkon Polkam Kedeputian Polstra.