Pengembangan Tanaman Lokal, Bisa Jadi Solusi Kesejahteraan Masyarakat Papua

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Letjen TNI Doni Monardo menekankan pentingnya pendekatan kesejahteraan dalam upaya percepatan pembangunan di provinsi Papua.

 

Hal ini disampaikannya saat memimpin rapat persiapan Kunjungan Tim Holistik Papua yang berlangsung di Ruang Nakula lantai 6 Jl. Medan Merdeka Barat No.15 Jakarta Pusat, Senin (05/10/18).

 

“Sekarang ini esensial oil dari pohon Masoia harganya bisa mencapai 7 juta sampai 10 juta rupiah per kilogram, ini bisa menjadi nilai ekonomi yang luar biasa untuk rakyat Papua, Masoia ini merupakan tanaman endemik asal Maluku dan Papua”, ungkap Sesjen.

Dalam kesempatan tersebut, Sesjen Wantannas juga menginginkan agar daerah wilayah timur bisa kembali ke pangan lokal yakni sagu. Hal tersebut untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap nasi.

 

Selain sebagai makanan utama, sagu juga dinilai bisa dijadikan berbagai bahan olahan yang memiliki nilai tinggi apabila diolah dan dikembangkan dengan menggunakan teknologi yang tepat. Sagu juga mengandung gula lebih rendah dibandingkan beras, serta mengandung serat yang lebih banyak untuk pencernaan.

 

Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kemenkopolhukam, Kemenlu, Kementan, Kemen PUPR, Kementerian Perikanan dan Kelautan, dan perwakilan dari pengusaha swasta, akademisi, serta Tim Emas Hijau Dan Emas Biru Setjen Wantannas.