Setjen Wantannas Terima Kunjungan Mahasiswa Fisip Universitas Slamet Riyadi Surakarta

“Indonesia telah darurat merkuri. Semua tambang rakyat hampir pasti menggunakan merkuri. Tinggal menunggu waktu, semakin banyak penduduk Indonesia yang cacat karena merkuri. Kalau sumber merkuri tidak diurus, dan tidak ada legalitas dalam menertibkan penggunaan merkuri, tinggal menungu waktu saja, semua ikan kita akan tercemar merkuri. Demikian juga dengan makin banyaknya orang yang sakit akibat lingkungan yang kotor, udara dan air yang tercemar serta bahan makanan yang banyak mengandung logam berat dan bahan kimia,’ papar Letjen TNI Doni Monardo dalam pertemuannya dengan 160 orang mahasiswa dari Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Selasa (06/11.2018), di Ruang Nakula Setjen Wantannas Lantai 6, Jakarta.

 

Dalam acara yang bertemakan “Peran Mahasiswa sebagai Sumber Daya Pendukung Ketahanan Nasional dalam Era Revolusi Industri 4.0” tersebut, banyak permasalahan penting yang disampaikan oleh Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo selain permasalahan lingkungan dan ekosistem. Revolusi Industri menjadi salah satu topik yang tak kalah menarik yang dibahas pada acara tersebut. Menurutnya, dampak dari revolusi industri adalah semakin tidak jelasnya batas antar negara. Kompetisi internasional terutama dalam hal perdagangan mengakibatkan perang dagang dimana negara-negara yang tidak piawai, membiarkan potensi kekayaan alamnya dikuasai oleh asing, sehingga lama kelamaan secara tidak langsung, mereka akan dikuasai secara politis maupun geografis. Sebagai contoh, ada beberapa negara yang saat ini menggunakan mata uang yang bukan berasal dari negara mereka sendiri

Pada kesempatan yang sama, Sesjen Wantannas menyinggung tentang revolusi industri, Disampaikannya, saat ini pemerintah sudah menyusun strategi peta jalan untuk menghadapi era revolusi industri. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam industri makanan dan minuman pun menjadi prioritas. Namun, pada kenyataan, pemerintah masih mengalami banyak persoalan terkait dengan pangan seperti lahan-lahan pertanian yang ada mulai terancam dengan dibangunnya sejumlah kawasan industri dan perumahan.

 

Apabila hal ini dibiarkan terus menerus, maka ketergantungan akan bahan pangan impor terutama beras akan semakin besar.

 

Demikian halnya dengan bahan baku air minum. Sumber mata air dan sungai yang bersih, nyaris tidak ada lagi sekarang ini. Oleh karenanya, diperlukan kesadaran anak bangsa untuk melindungi lingkungan dan ekosistem.

 

Dalam kesempatan ini, Sesjen Wantannas menekankan kepada seluruh mahasiswa yang hadir saat itu, tentang pentingnya keikhlasan dalam melakukan segala sesuatu. “Apapun yang dikerjakan, jika tidak didasari dengan hati yang tulus, akan sulit. Jadilah bagian dari warga negara yang peduli dengan lingkungan,” ujarnya.

Rombongan Kuliah Kunjungan Institusi ini dipimpin oleh Dekan Universitas Slamet Riyadi, Drs. Buddy Riyanto, M.Si. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik memasuki Revolusi Industri 4.0. Rombongan terdiri dari mahasiswa dan dosen pada Program Studi Administrasi Negara, Program Studi Ilmu Komunikasi, dan Program Studi Hubungan Internasional ini.