Bertemu Gubernur Jawa Barat, Sesjen Wantannas Paparkan Program Citarum Harum

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Letjen TNI Doni Monardo bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Selasa (13/11). Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kantor Gubernur Jawa Barat Jalan Diponegoro No.22 Bandung.

 

Dalam pertemuan tersebut, Sesjen Wantannas memaparkan potensi–potensi yang bisa dikembangkan di Jawa Barat khususnya di bidang perkebunan dan pertanian.

 

Sesjen memaparkan beberapa persoalan lingkungan khususnya Citarum yang mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap masyarakat sekitar seperti stunting, paparan limbah industri serta sulitnya masyarakat dalam memperoleh air bersih.

 

Saat masih menjabat Pangdam III Siliwangi, Sesjen Wantannas melakukan berbagai upaya untuk membersihkan sungai Citarum. Ia berinisiatif melibatkan anggota Kodam III Siliwangi dalam upaya pembersihan tersebut.

Sungai Citarum yang memiliki panjang sekitar 300 km dibagi menjadi 20 Sektor. Masyarakat di sekitar daerah aliran sungai juga ikut dilibatkan dalam upaya pembersihan tersebut. Anggota TNI yang bertugas diwajibkan untuk menginap di rumah masyarakat sekitar agar tercipta kedekatan dan rasa saling memiliki antara masyarakat dan TNI.

 

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengucapkan terima kasih atas data-data yang disampaikan. Ia mengakui saat ini masih mencari informasi tentang kelanjutan program Citarum Harum.

 

“Setelah mendengar apa yg disampaikan Pak Doni, saya menjadi optimis dan bersemangat bahwa kita harus menuntaskan program Citarum, dalam masa kepemimpinan saya, harus tuntas apa yang diamanatkan Presiden dan harapan pak Doni, saya akan siapkan sekretariat bersama, kami akan coba mencari dana bagi program ini”, ujarnya.

 

Di akhir pertemuan, Gubernur Jawa Barat menyatakan akan mendukung penuh langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah pusat. Ia berharap melalui program-program yang disampaikan oleh Sesjen Wantannas, kedepannya Indonesia memiliki lompatan besar dalam kemajuannya.