Setjen Wantannas Turut Dukung Gerakan P4GN

Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk melakukan penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018.

 

Oleh karenanya, sebagai bentuk aplikatif dari Inpres tersebut, Setjen Wantannas menerbitkan Surat Edaran Nomor 92 Tahun 2018 tentang pelaksanaan P4GN tersebut yang bunyinya menghimbau kepada seluruh pejabat dan staf agar melakukan hal-hal seperti melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba, penyebarluasan informasi tentang P4GN, melakukan tes urine yang dilaksanakan oleh Setjen Wantannas, dan membentuk Satuan Tugas atau Relawan Anti Narkoba.

 

Implementasi lainnya adalah draft Surat Keputusan Sesjen Wantannas tentang Penunjukan Satuan Tugas/Relawan Anti Narkotika dan Prekursor Narkotika yang akan segera disahkan.

 

Narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan-bahan zat adiktif lainnya) dapat membahayakan kehidupan manusia, jika dikonsumsi dengan cara yang tidak tepat, bahkan dapat menyebabkan kematian. Narkoba mempunyai dampak negatif yang sangat luas; baik secara fisik, psikis, ekonomi, sosial budaya, hankam, dan lain sebagainya.

 

Meskipun narkoba sangat diperlukan untuk pengobatan dan pelayanan kesehatan, namun bila disalahgunakan atau digunakan tidak sesuai dengan standar pengobatan, terlebih jika disertai dengan peredaran narkoba secara gelap, maka akan menimbulkan akibat yang sangat merugikan individu ataupun masyarakat, khususnya generasi muda.

 

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sampai pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa 50% penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) disebabkan oleh kasus narkoba. Berita kriminal di media massa, baik media cetak maupun elektronik dipenuhi oleh berita tentang penyalahgunaan narkoba.

Korban narkoba meluas ke semua lapisan masyarakat dari pelajar, mahasiswa, artis, ibu rumah tangga, pedagang, supir angkot, anak jalanan, pekerja, dan lain sebagainya. Narkoba dengan mudahnya dapat diperoleh, bahkan bisa diracik sendiri serta sulit dideteksi. Pabrik narkoba secara illegal pun banyak terdapat di Indonesia.

 

Pemakaian narkoba di luar indikasi medik serta tanpa petunjuk atau resep dokter, bersifat patologik (menimbulkan kelainan) serta menimbulkan hambatan dalam aktivitas di rumah, sekolah atau kampus, tempat kerja dan lingkungan sosial.

 

Narkoba mempunyai dampak negatif yang sangat luas baik secara fisik, psikis, ekonomi, sosial, budaya, hankam, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik dari seluruh komponen bangsa untuk penanggulangan penyalahgunaan narkoba.

 

BAHAYA PEMAKAIAN NARKOBA

Bahaya pemakaian narkoba adalah sebagai berikut:

  1. Otak dan syaraf dipaksa untuk bekerja di luar kemampuan yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak wajar;
  2. Peredaran darah dan jantung dikarenakan pengotoran darah oleh zat-zat yang mempunyai efek yang sangat keras, akibatnya jantung dirangsang untuk bekerja di luar kewajiban;
  3. Pernapasan tidak akan bekerja dengan baik dan sangat cepat lelah;
  4. Penggunaan lebih dari dosis yang dapat ditahan oleh tubuh akan mendatangkan kematian secara mengerikan; dan
  5. Timbul ketergantungan baik rohani maupun jasmani sampai timbulnya keadaan yang serius karena putus obat.

Dilihat dari jenisnya, efek negatif yang ditimbulkan dari pemakaian narkoba ada tiga yaitu:

  1. Depresan adalah menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri serta bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin, heroin, dan putaw;
  2. Stimulan adalah merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan ini antara lain kafein, kokain, amphetamin. Jenis seperti ini yang sekarang sering digunakan adalah shabu-shabu dan ekstasi.
  3. Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada juga yang diramu di laboratorium seperti LSD. Jenis ini banyak terdapat pada marijuana atau ganja.

Sedangkan efek negatif secara umum adalah pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir.

PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA

Upaya yang paling baik dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba tentunya adalah melalui upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain melalui :

  1. Pencegahan Primer (Primary Prevention): Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang belum mengenal narkoba serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat mencegah penyalahgunaan narkoba. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini misalnya penyuluhan tentang bahaya narkoba, penerangan melalui berbagai media tentang bahaya narkoba, dan pendidikan tentang pengetahuan narkoba serta bahayanya;
  2. Pencegahan Sekunder (Secondary Prevention): Pencegahan ini dilakukan untuk orang yang sedang coba-coba menyalahgunakan narkoba serta kepada komponen masyarakat yang berpotensi dapat membantu agar berhenti dari penyalahgunaan narkoba. Ragam kegiatannya antara lain deteksi dini anak yang menyalahgunaan narkoba, konseling, dan bimbingan sosial dengan kunjungan ke rumah-rumah, dan penerangan serta pendidikan pengembangan individu (life skills) antara lain tentang keterampilan berkomunikasi, menolak tekanan orang lain dan keterampilan mengambil keputusan dengan baik; dan
  3. Pencegahan Tersier (Tertiary Prevention): Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang sedang dan pernah menggunakan narkoba serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat membantu menghentikan penyalahgunaan narkoba dan membantu mantan pengguna narkoba.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain: konseling dan bimbingan sosial kepada pengguna dan keluarga serta kelompok lingkungannya.

 

Penggunaan narkoba secara berulang dapat merubah parameter kesenangan di otak, sehingga ketika tanpa narkoba, akan merasa sedih dan putus asa. Akhirnya hal-hal menyenangkan sehari-hari seperti menghabiskan waktu bersama teman atau bercengkrama dengan keluarga, tidak akan lagi membuat bahagia.

 

Oleh sebab itu, JANGAN PERNAH MENCOBA!!!