Sesjen Wantannas Ajak Mahasiswa Unsyah Untuk Menjadi Pengusaha

Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo melanjutkan rangkaian kunjungan kerja di Aceh dengan memberikan kuliah umum di Universitas Syah Kuala yang berlangsung di gedung AAC Dayan Dawood dan dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa pada Jumat (23/11/2018).

 

Dalam kuliah umum tersebut Sesjen mengajak para mahasiswa untuk meningkatkan dan menumbuhkan semangat enterpreneur (Wirausahawan) setelah lulus nanti.

 

Sesjen mengatakan, tantangan di masa depan sangat besar. Berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar akan selalu datang. Mahasiswa saat ini diharapkan agar selalu giat belajar, namun bukan belajar untuk sekedar mendapatkan gelar sarjana saja, tetapi ilmu yang telah mereka peroleh nanti bisa dipraktekkan di tengah masyarakat, sehingga kedepannya bisa menumbuhkan daya saing tinggi.

 

“Setelah mendapatkan gelar nanti jangan berhenti, namun dipraktekkan, agar daya saing bangsa kita itu semakin hari semakin meningkat,” ujar Sesjen.

 

Sesjen juga menyampaikan, bahwa minat menjadi wirausaha di Indonesia sangatlah kecil, berdasarkan data hanya 1,5 persen pemuda Indonesia yang menjadi pengusaha, hal ini sangat jauh jika dibandingkan dengan Singapura yang mencapai 7 persen.

 

“Kita bisa lihat, kemampuan pemuda kita dibidang enterpreneur 1,5 persen, bandingkan dengan Singapura,” ujarnya.

 

Tidak ada yang salah jika mahasiswa bercita-cita ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun jika minat menjadi pengusaha sangat kecil maka bangsa ini tidak bakal mampu bersaing di era pasar global, padahal disisi lain Indonesia mempunyai sumber daya alam yang luar biasa.

Sesjen berharap, kedepannya para mahasiswa yang mengikuti kuliah umum ini tidak semua ingin menjadi pegawai negeri, melainkan mempunyai niat dan tekad untuk menjadi seorang pengusaha.

 

“Mudah-mudahan adik-adik saya yang didepan ini kedepan setelah menerima penjelasan ini, mungkin yang ingin menjadi pegawai negeri tidak lebih dari 10 orang, sisanya ingin semua jadi enterpreneur,” lanjut Sesjen.

 

Dalam kesempatan itu, Sesjen juga menyampaikan, selain pertambangan, minyak dan gas, ada beberapa potensi komoditi perdagangan dunia yang bisa dilakukan dengan hasil alam, yaitu seperti karet, kayu, nilam, buah-buahan, potensi peternakan, potensi perikanan, kopi, kakau, ikan air tawar hingga Pariwisata yang dapat diolah dan dikembangkan untuk menjadi komoditi unggulan di pasar dunia.