Sesjen Wantannas Tinjau PPS Lampulo Banda Aceh

Potensi kekayaan laut di Aceh sangat berlimpah, seperti tuna, kerapu, udang, kepiting, dan berbagai jenis ikan lainnya yang potensial untuk diekspor ke berbagai negara di Asia Tenggara maupun Asia. Hal ini bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang sangat besar. Namun untuk mengekspor kekayaan laut tersebut harus melalui Medan, Dumai, bahkan Jakarta.

 

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Letjen TNI Doni Monardo saat meninjau Pelabuhan Perikanan Samudera (PPs) Lampulo Banda Aceh pada Jumat (23/11/2018).

 

Kunjungan tersebut dilaksanakan guna mendapatkan informasi mengenai program pembangunan di PPS Kutaradja Lampulo ke depan dan apa yang harus dilakukan Pemerintah Aceh, maupun pusat untuk PPS Kutaradja Lampulo.

 

Dalam peninjauan tersebut Sesjen cukup terkesan dengan kemajuan PPS Kutaradja Lampulo. Sejak diresmikan Wapres Jusuf Kalla pada tahun 2015 jumlah kapal yang menjual berbagai jenis tangkapan laut sudah mencapai ratusan per harinya. Namun, sumber daya ikan tersebut belum dieksploitasi secara maksimal.

“Dulu, sebelum ada kebijakan larangan kapal-kapal besar menangkap ikan di wilayah zona nelayan tradisional, nelayan kita kesulitan untuk mendapatkan ikan. Tapi setelah larangan itu dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan, hasil tangkapan nelayan tradisionil jadi meningkat,” ujar Sesjen.

 

Untuk investasi di PPS Lampulo ke depannya, Sesjen meminta kepada para stakeholder terkait untuk menyampaikan kepada Setjen Wantannas jika ada hambatan agar bisa dicarikan solusi dan bisa dilaporkan ke kementrian terkait.

 

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Dermawan mengatakan bahwa anggaran untuk memodernisasi sarana dan prasarana infrastruktur PPS Lampulo sudah dianggarkan setiap tahunnya, hanya saja karena keterbatasan anggaran dan masih banyak prioritas khusus pembangunan di sektor lainnya, pembangunan PPS Lampulo dilakukan secara bertahap. Namun, setiap tahun kawasan ini mengalami perubahan yang cukup berarti.

 

Ada beberapa kendala yang masih dihadapi di PPS Kutaradja Lampulo, diantaranya kolam dermaga pelabuhan yang masih tergolong dangkal. Setiap tahun Pemda juga terus melakukan program pengerukan, bahkan tahun depan untuk mengintensifkan pengerukan kolam dermaganya, agar ke luar masuk boat tangkap ikan nelayan dari luat ke kolam dermaga berjalan lancar, lanjut Dermawan.